Ekspor Robot Bedah China Melonjak 3,3 Kali Lipat, Tembus 49 Negara

0
IMG-20260825-WA0044

Jakarta — Ekspor robot bedah buatan China mencapai 480 juta yuan atau sekitar Rp1,05 triliun pada paruh pertama 2026. Nilai tersebut melonjak 3,3 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perluasan pasar juga terjadi secara signifikan. Jumlah negara tujuan ekspor robot bedah China meningkat dari 23 negara pada 2025 menjadi 49 negara hanya dalam enam bulan pertama 2026.

Robot Bedah Jadi Andalan Ekspor Teknologi Tinggi

Kepala Bea Cukai China, Wang Jun, menyebut pertumbuhan tersebut menempatkan robot bedah sebagai salah satu penggerak baru ekspor teknologi tinggi China, bersama robot industri, robot pembersih, dan robot bionik cerdas.

“Industri robot China telah mencapai perkembangan lompatan, dengan ekspor yang terus meluas dan produk yang diadopsi secara luas dalam produksi dan kehidupan sehari-hari di seluruh dunia,” ujar Wang Jun.

Data Bea Cukai China menunjukkan industri robot di negara tersebut berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, China untuk pertama kalinya tercatat menjadi pengekspor neto robot industri.

Perkembangan itu menunjukkan perubahan struktur ekspor China, dari dominasi produk manufaktur tradisional menuju produk dengan kandungan teknologi dan nilai tambah yang semakin tinggi.

Perusahaan China Perluas Pasar Global

Ekspansi global tersebut turut didorong oleh sejumlah perusahaan teknologi medis China. MicroPort MedBot, salah satu produsen utama robot bedah, mencatat lebih dari 120 pesanan baru untuk sistem bedah laparoskopi di luar negeri sepanjang paruh pertama 2026.

Jumlah tersebut bahkan melampaui total pesanan yang diperoleh perusahaan sepanjang 2025. MicroPort MedBot juga telah memperoleh akses pasar di lebih dari 100 negara dan wilayah.

Sementara itu, Shenzhen Edge Medical melaporkan telah mengirimkan atau memasang lebih dari 100 unit robot bedah di luar negeri hingga akhir Mei 2026.

Salah satu robot bedah buatan China bahkan berhasil memenangkan tender di sebuah rumah sakit ternama di Spanyol dengan nilai 2,42 juta euro atau sekitar Rp42,3 miliar. Nilai tersebut disebut menjadi rekor tertinggi untuk ekspor robot bedah China.

Bersaing dengan Pemain Global

Perkembangan robot bedah menjadi bagian dari strategi China untuk memperkuat ekspor produk teknologi bernilai tambah tinggi. Harga yang kompetitif, inovasi teknologi, serta dukungan layanan purna jual menjadi sejumlah faktor yang mendorong daya saing produk China di pasar internasional.

Sejumlah perusahaan China juga mengembangkan kemampuan operasi jarak jauh yang berpotensi memperluas penggunaan teknologi robotik dalam layanan kesehatan.

Namun, ekspansi tersebut masih menghadapi tantangan. Proses regulasi dan sertifikasi di berbagai negara membutuhkan waktu dan standar yang ketat. Selain itu, perusahaan China harus bersaing dengan pemain global yang telah lebih dahulu menguasai pasar robot bedah.

Salah satunya adalah Da Vinci Surgical System dari Intuitive Surgical, yang masih memiliki posisi dominan di pasar global.

Dengan prospek pertumbuhan industri robot bedah yang sangat besar, China kini berupaya memperluas pangsa pasarnya sekaligus meningkatkan daya saing teknologi medis buatan dalam negeri di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *