Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Kian Kuat

0
1778821067598

SOROTAN PUBLIK – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus memperkuat pembangunan industri perunggasan nasional yang modern, sehat, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan pembangunan Farm dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler milik PT Berdikari di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Langkah konkret pemerintah terlihat melalui kegiatan kunjungan lapangan (onsite review) yang digelar Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan masterplan pembangunan yang sebelumnya dilakukan di Jakarta, sekaligus menjadi bagian dari proses pengawalan pengembangan kawasan breeding farm nasional.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menegaskan pemerintah mendukung penuh pengembangan breeding farm GPS nasional yang sejalan dengan kebijakan pengembangan perbibitan unggas dan penerapan biosecurity sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025.

“Pemerintah mendukung pengembangan breeding farm GPS yang memenuhi aspek teknis, biosecurity, dan tata kelola usaha sesuai Permentan Nomor 34 Tahun 2025. Pendampingan ini dilakukan agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan standar perbibitan modern dan mendukung penguatan industri perunggasan nasional,” ujar Hary.
Menurutnya, keberadaan breeding farm nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bibit unggas berkualitas, memperkuat keberlanjutan usaha peternakan, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat.

Dalam proses peninjauan lapangan, tim juga melakukan pembahasan teknis terkait pengembangan kawasan, kesiapan infrastruktur, hingga langkah mitigasi risiko penyakit unggas. Seluruh pendampingan diarahkan agar pembangunan farm berjalan sesuai prinsip Good Breeding Practice (GBP) dan standar biosecurity modern.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal penyempurnaan siteplan, masterplan, serta dokumen pendukung lainnya agar pengembangan kawasan berjalan optimal, adaptif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, A.S. Hasbi Al-Islahi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan pemerintah dalam pengembangan proyek tersebut.
“Dengan semangat negara hadir untuk peternakan Indonesia, PT Berdikari berkomitmen mendukung penguatan industri perunggasan nasional melalui pembangunan breeding farm GPS yang modern, profesional, dan sesuai ketentuan pemerintah. Pendampingan dari Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak menjadi bagian penting agar pengembangan kawasan ini berjalan optimal, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sebagai BUMN pangan, PT Berdikari dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat rantai pasok industri perunggasan nasional. Peran tersebut tidak hanya mencakup penyediaan bibit unggas berkualitas, tetapi juga pembangunan ekosistem industri dari sektor hulu hingga hilir. Profil perusahaan menunjukkan fokus pada peternakan terintegrasi dan penguatan akses pangan nasional.

Melalui pengembangan Farm GPS Broiler ini, pemerintah berharap lahir model breeding farm nasional yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. Kehadirannya juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas industri perunggasan Indonesia di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *