Taktis! Mentan Amran ACC 200 Ton Beras untuk Manggarai, Cukup Tanda Tangan di Secarik Kertas

0
1787471921897

MANGGARAI BARAT, NTT — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan respons cepat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan bantuan beras untuk masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian, Amran langsung menyetujui pengambilan 200 ton beras.

Menariknya, proses administrasi tidak diminta untuk menunggu hingga seluruh dokumen lengkap. Ketika Wakil Bupati Manggarai Barat menyampaikan bahwa dirinya tidak membawa stempel, Amran justru meminta pengajuan tetap dilakukan dengan cara sederhana.

“Bisa nggak Pak Wakil Bupati tanda tangan? Ada stempelnya nggak? Stempel nggak ada, tulis tangan aja. Tulis tangan aja, kertas tulis tangan disaksikan. Udah, nggak apa-apa 200 ton. Minta aja 200 ton,” ujar Amran, Rabu (19/8).

“Jangan Persulit Rakyat yang Butuh Bantuan”

Amran menegaskan bahwa bantuan untuk masyarakat terdampak bencana tidak boleh terhambat hanya karena persoalan administratif.

Ia bahkan memastikan gudang beras dapat dibuka selama 24 jam agar pemerintah daerah bisa segera mengambil bantuan yang dibutuhkan.

“24 jam kami buka gudang. Jadi Bapak ambil aja dari gudang. Jadi nanti saya pulang, nanti di pesawat saya tanda tangan,” katanya.

Menurut Amran, prinsip utama dalam penanganan bencana adalah kecepatan. Masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit tidak boleh menunggu terlalu lama hanya karena persoalan dokumen.

Ia juga memastikan bantuan dapat kembali ditambah apabila persediaan mulai menipis.

“Kalau nanti belum cukup tiga bulan, atau baru dua bulan habis lagi, tambah! Jadi tidak ada alasan. Jangan ada saudara kita yang kelaparan. Ini perintah Bapak Presiden,” tegasnya.

Kebutuhan Beras Pengungsi Capai Ratusan Ton

Besarnya bantuan yang disiapkan pemerintah tidak terlepas dari jumlah masyarakat yang terdampak.

Dalam keterangannya, Amran menyebut jumlah pengungsi di wilayah Manggarai mencapai sekitar 59 ribu orang.

Dengan asumsi kebutuhan beras sekitar 9 kilogram per orang setiap bulan, kebutuhan beras untuk jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 531 ton per bulan.

“Pengungsinya rata-rata Manggarai 59 ribu. Kalau dikali kebutuhan beras per orang satu bulan itu 9 kilo, 531 ribu. Lima ratus ton kan? Lima ratus ton. Gak masalah,” ujar Amran.

Karena itu, pemerintah memastikan pasokan beras akan terus ditambah sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pangan beras kita jamin. Pemerintah jamin,” tegasnya.

Beras yang disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana juga dipastikan gratis.

“Tidak ada bayar-bayar, nggak ada. Yang kita kirim ini adalah khusus diberikan gratis kepada Bapak-Ibu semua,” ujarnya.

Total 6.801 Ton Beras Disiapkan untuk Lima Kabupaten

Selain beras, bantuan pemerintah juga mencakup sejumlah kebutuhan pangan lainnya, seperti mi instan, minyak goreng, dan gula.

Secara keseluruhan, pemerintah disebut telah menyiapkan bantuan beras sebanyak 6.801 ton untuk lima kabupaten di NTT yang terdampak gempa, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

Bantuan tersebut terdiri atas bantuan untuk penanganan bencana serta bantuan pangan reguler.

Amran menegaskan mekanisme penyaluran bantuan harus dibuat mudah dan cepat. Pemerintah daerah tidak seharusnya dibebani prosedur yang justru membuat bantuan terlambat sampai kepada masyarakat.

Pengajuan bantuan bahkan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah dengan dukungan penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Itu cukup PPL. Kita bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita, orang kita, rakyat Indonesia yang butuh bantuan,” tegas Amran.

Respons tersebut menunjukkan pendekatan pemerintah yang mengutamakan kecepatan dalam kondisi darurat.

Bagi masyarakat yang sedang berada di pengungsian, bantuan pangan bukan sekadar angka dalam laporan administrasi. Beras yang tersedia tepat waktu berarti kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama menghadapi masa sulit akibat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *