Gubernur Jabar Ubah Suasana Upacara HUT RI ke-81, Pekerja Lapangan Tempati Area VIP

0
1787012090462-1

SOROTAN PUBLIK – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026), berlangsung berbeda dari biasanya.

Dalam upacara tersebut, area VIP yang umumnya ditempati pejabat justru diberikan kepada masyarakat yang selama ini bekerja di lapangan. Mereka antara lain petani, nelayan, pengemudi ojek online (ojol), petugas kebersihan, hingga pekerja bangunan.

Sementara itu, para pejabat pemerintahan serta unsur TNI-Polri ditempatkan di bagian depan area upacara.

Dedi Mulyadi mengatakan perubahan penempatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada masyarakat yang selama ini berkontribusi secara langsung terhadap kehidupan dan pembangunan Jawa Barat.

Menurutnya, pekerja bangunan memiliki peran dalam pembangunan serta renovasi berbagai fasilitas. Begitu pula petugas kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga lingkungan dan jalan tetap bersih.

Momentum peringatan kemerdekaan tersebut menjadi kesempatan untuk menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Dalam pidatonya, Dedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat karena masih terdapat sejumlah persoalan dasar yang belum sepenuhnya diselesaikan pemerintah.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah akses listrik. Sekitar 80 ribu warga Jawa Barat disebut masih belum mendapatkan aliran listrik. Pemerintah daerah menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada 2027.

Selain listrik, Dedi turut menyoroti persoalan layanan kesehatan. Ia menilai masyarakat tidak seharusnya pulang dari rumah sakit dengan membawa beban utang hanya karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kerja bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD, serta seluruh instansi terkait.

Peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate tersebut akhirnya tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat pekerja sekaligus menyampaikan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi Jawa Barat.

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *