Dedi Mulyadi Tegaskan Investasi Industri di Jabar Tak Boleh Korbankan Sawah
BANDUNG, 16 Agustus 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong investasi dan pembangunan kawasan industri sebagai salah satu upaya memperluas lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan industri tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lahan pertanian, khususnya sawah yang menjadi bagian penting dari ketahanan pangan.
Dedi menilai Jawa Barat memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Karena itu, keberadaan lahan sawah dan keberlanjutan kehidupan petani harus tetap menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan.
Menurutnya, investasi tetap dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Akan tetapi, pembangunan kawasan industri harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, lingkungan, dan ketahanan pangan.
“Investasi penting, tetapi jangan sampai sawah habis karena pembangunan industri,” demikian pesan Dedi dalam konteks pengembangan industri di Jawa Barat.
Pemerintah daerah menghadapi tantangan untuk memastikan ekspansi kawasan industri tidak mengurangi lahan pertanian produktif secara berlebihan. Persoalan tersebut menjadi semakin penting di tengah kebutuhan Jawa Barat untuk mempertahankan kapasitas produksi pangan sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Pengembangan industri yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya menghasilkan pabrik dan lapangan pekerjaan baru, tetapi juga tetap menjaga ruang hidup petani serta keberlangsungan produksi pangan.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lahan pertanian. Investasi tidak sekadar diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat jangka panjangnya bagi masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.
