Pidato Kenegaraan Prabowo Berlangsung 115 Menit, Titiek Soeharto: Sebenarnya Ingin Bicara Lebih Panjang

0
1786900405720

JAKARTA, 16 Agustus 2026 — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pidato tersebut berlangsung sekitar 115 menit, dimulai pukul 09.50 WIB dan berakhir pada pukul 11.45 WIB.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menilai penyampaian pidato Prabowo kali ini terlihat lebih terpaku pada teks dan tidak banyak melakukan improvisasi.

Menurut Titiek, kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan waktu karena sidang berlangsung pada Jumat dan agenda ibadah Salat Jumat harus diperhatikan.

“Waktunya terbatas, ini kan pas hari Jumat. Jadinya mau Jumatan, jadi terbatas sekali. Kalau bisa sih pengen ngomongnya lebih panjang lagi,” ujar Titiek seusai mengikuti sidang.

Meski demikian, Titiek menilai materi yang disampaikan Prabowo mencakup berbagai agenda penting pemerintah.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta berbagai kebijakan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Titiek memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.

Menurutnya, sektor pangan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dan menjadi salah satu bagian penting dalam agenda pembangunan nasional.

Sidang Tahunan MPR RI menjadi salah satu momentum penting bagi Presiden untuk menyampaikan laporan mengenai perkembangan pemerintahan serta arah kebijakan nasional kepada lembaga negara dan masyarakat.

Penyampaian pidato tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Dengan berbagai program yang dipaparkan, pemerintah menempatkan penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *