Muhammadiyah Jember Siapkan Pabrik Minyak Goreng MI-KITA, Investasi Diproyeksikan Rp20 Miliar
JEMBER — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember menyiapkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.
Rencana tersebut disampaikan Habib Ichsan dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR-RM) PDM Jember dalam kegiatan Konsolidasi Organisasi Muhammadiyah se-Kabupaten Jember yang berlangsung di halaman Masjid At-Taqwa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mangli, Ahad (19/7/2026).
Pabrik tersebut nantinya memproduksi minyak goreng dengan merek dagang MI-KITA. Proyek ini disebut merupakan tindak lanjut atas arahan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk mengembangkan pusat produksi pangan di Kabupaten Jember.
Dibangun di Atas Lahan 4.700 Meter Persegi
Lokasi pembangunan pabrik direncanakan berada di kawasan Pakusari, Jember. Pabrik akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.700 meter persegi yang berada di tepi jalan utama.
Menurut rencana yang dipaparkan dalam konsolidasi organisasi tersebut, pendanaan proyek akan ditanggung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Meski demikian, jadwal pembangunan dan tahapan pengerjaan konstruksi belum disampaikan secara rinci. Karena itu, realisasi pembangunan masih menunggu tahapan lanjutan sesuai perencanaan organisasi.
Pembangunan fasilitas produksi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan produk minyak goreng, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kemandirian ekonomi Muhammadiyah di tingkat daerah.
Distribusi Manfaatkan Ekosistem Muhammadiyah
Untuk pemasaran dan distribusi, produk MI-KITA nantinya direncanakan memanfaatkan jaringan Persyarikatan Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah.
Pada tahap awal pengelolaan, PDM Jember mempercayakan operasionalnya kepada PCM Kaliwates.
Model tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan jaringan organisasi sekaligus membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi yang melibatkan warga Muhammadiyah.
Rencana pembangunan pabrik minyak goreng itu mendapat sambutan antusias dari peserta konsolidasi. Kegiatan yang dihadiri jajaran PDM Jember, seluruh pengurus PCM se-Kabupaten Jember serta pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah tersebut berlangsung semarak.
Selain agenda konsolidasi organisasi, acara juga dimeriahkan atraksi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan penampilan santri TPQ PCM Mangli.
Rencana pabrik MI-KITA menjadi salah satu agenda strategis yang diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi sekaligus mendukung kemandirian pangan berbasis warga di Kabupaten Jember.
Jika terealisasi sesuai rencana, fasilitas produksi tersebut akan menjadi salah satu bentuk pengembangan usaha Muhammadiyah di sektor pangan dan membuka peluang bagi penguatan ekosistem ekonomi Persyarikatan di tingkat lokal.
