J7 Explorer Milik Haji Isam Pakai Logo Kemhan, Dikerahkan Dukung Ketahanan Pangan di Merauke
SOROTAN PUBLIK — Kapal ekspedisi J7 Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam menjadi perhatian setelah bagian lambung kapal terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia.
Kementerian Pertahanan mengonfirmasi bahwa J7 Explorer merupakan kapal milik pihak swasta yang dikerahkan untuk mendukung operasi dan kebutuhan logistik dalam program strategis nasional, khususnya agenda percepatan ketahanan pangan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa penggunaan logo Kemhan pada kapal tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional yang berada dalam otoritas dan penugasan pemerintah.
Meski digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, status kepemilikan J7 Explorer tetap berada di pihak swasta.
Kapal 120 Meter Jadi Pangkalan Bergerak
J7 Explorer merupakan kapal berukuran besar dengan panjang sekitar 120 meter dan bobot mencapai 8.076 GT. Kapal tersebut dilengkapi 25 kabin, helipad serta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang kegiatan operasional dalam waktu tertentu.
Dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di Papua Selatan, J7 Explorer tidak hanya difungsikan sebagai sarana transportasi. Kapal tersebut juga digunakan sebagai pangkalan bergerak atau floating base camp.
Fungsi tersebut menjadi penting karena wilayah operasional di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, memiliki tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur darat.
Kapal dapat menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat tinggal sementara bagi tenaga ahli dan personel yang terlibat dalam kegiatan di lapangan.
Keberadaan kapal juga membantu mendukung kebutuhan logistik selama pelaksanaan proyek pencetakan sawah skala besar di wilayah tersebut.
Dukung Proyek Pencetakan Sawah
Penggunaan J7 Explorer disebut menjadi bagian dari pengerahan sumber daya untuk menunjang agenda pemerintah dalam mempercepat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan.
Dengan fasilitas yang dimilikinya, kapal dapat berfungsi sebagai pusat pendukung kegiatan operasional di wilayah yang akses transportasi dan fasilitas daratnya belum memadai.
Kehadiran kapal milik swasta dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan adanya pemanfaatan sumber daya nonpemerintah untuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional.
Meski demikian, penggunaan logo Kemhan pada kapal menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan identitas dan aktivitas operasional yang melibatkan pemerintah.
Kemhan telah memberikan penjelasan bahwa J7 Explorer tetap merupakan kapal milik swasta, sementara pengerahannya dilakukan untuk mendukung kebutuhan operasi dan logistik program pemerintah.
Dengan demikian, keberadaan J7 Explorer di wilayah Wanam tidak semata-mata berkaitan dengan fungsi kapal sebagai sarana pelayaran, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan logistik dan operasional dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di Papua Selatan.
