Bukan Hanya Polisi, Ipda Yunus Labba Jadi Ayah bagi 119 Anak di NTT

0
1786766146211

KUPANG — Pengabdian seorang anggota Polri, Ipda Yunus Labba, menjadi kisah kemanusiaan yang menyentuh. Kapolsek Amarasi Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersebut tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak-anak yang membutuhkan.

Sejak 2007, Yunus Labba mulai merawat tujuh anak yang berada dalam kondisi tidak berdaya. Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang pernah berada dalam asuhannya terus bertambah hingga mencapai 119 anak.

Peran tersebut membuat Yunus tidak sekadar menjadi pengasuh, tetapi juga figur ayah bagi anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan perhatian.

Rela Berutang demi Pendidikan Anak

Tanggung jawab merawat puluhan anak tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Demi memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi, Yunus disebut rela menggadaikan surat keputusan pengangkatannya dan mengambil pinjaman dari bank.

Biaya yang telah dikeluarkan untuk membangun panti serta berbagai fasilitas pendukungnya disebut mendekati Rp2 miliar.

Pada 2024, Yunus bahkan meminjam dana sekitar Rp500 juta yang masih harus dicicil hingga 2039.

Pengorbanan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada dalam asuhannya, termasuk memastikan mereka memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan.

Puluhan Anak Berhasil Kuliah

Upaya Yunus dalam mendampingi anak-anak tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam pengasuhan yang dilakukannya.

Sekitar 30 anak disebut berhasil melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Enam di antaranya telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki dunia kerja.

Salah seorang anak bahkan kini telah bekerja sebagai guru.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa pengasuhan yang dilakukan Yunus tidak hanya bertujuan memberikan tempat tinggal, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik.

Mendapat Penghargaan dari Kapolri

Pengabdian Yunus Labba juga mendapat apresiasi dari institusi Polri. Pada 2020, ia disebut menerima Pin Emas dari Kapolri sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya.

Namanya juga pernah diusulkan sebagai salah satu kandidat Hoegeng Awards 2025, sebuah penghargaan yang mengangkat sosok-sosok berintegritas dan memberikan teladan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.

Kisah Ipda Yunus Labba menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pekerjaan besar yang terlihat banyak orang.

Ada pengabdian yang berlangsung dalam kesunyian, melalui perhatian terhadap anak-anak, pengorbanan materi, dan perjuangan panjang memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar serta meraih masa depan.

Bagi anak-anak yang pernah diasuhnya, Yunus bukan hanya seorang polisi. Ia adalah sosok yang hadir sebagai ayah ketika mereka membutuhkan tempat untuk berteduh dan seseorang untuk memperjuangkan masa depan mereka.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pangkat dan jabatan dapat memiliki makna yang jauh lebih besar ketika digunakan untuk melayani dan membantu mereka yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *