Rizkan Al Mubarok: Merah Putih Harus Terus Berkibar, Menghormati Pahlawan Adalah Menjaga Persatuan Indonesia

0
file_000000002cdc8211988586504473dd65

SOROTAN PUBLIK — Di tengah gegap gempita menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua AWNI Sumatera Rizkan Al Mubarok mengajak masyarakat Indonesia kembali menempatkan Bendera Merah Putih bukan sekadar sebagai simbol perayaan tahunan, melainkan sebagai pengingat atas harga sejarah yang telah dibayar bangsa untuk mencapai kemerdekaan.

Menurut Rizkan, setiap kali Merah Putih dikibarkan, masyarakat sesungguhnya sedang berhadapan dengan sebuah warisan sejarah yang dibangun melalui perjuangan panjang, pengorbanan harta, tenaga, pikiran, air mata, bahkan nyawa para pejuang bangsa.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih dengan kesadaran bahwa di balik simbol tersebut terdapat perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Marilah kita menghormati perjuangan bangsa dan para pahlawan yang telah banyak berkorban harta bahkan nyawa dalam memerdekakan Republik Indonesia. Pasang dan kibarkan Bendera Merah Putih kebanggaan bangsa. Merah Putih, teruslah berkibar di Tanah Air Indonesia yang tercinta ini,” ujar Rizkan Al Mubarok.

Merah Putih dan Ingatan Kolektif Sebuah Bangsa

Pernyataan Rizkan muncul ketika perbincangan mengenai pemasangan Bendera Merah Putih kembali menjadi perhatian publik setelah polemik yang terjadi di Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Polemik tersebut mendapat perhatian Bupati Bogor Rudy Susmanto. Alih-alih memperpanjang persoalan secara personal, Rudy justru mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas, yakni makna kemerdekaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Rudy menegaskan bahwa bendera yang dapat berkibar di Indonesia hari ini tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang yang telah gugur. Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak membuat kegaduhan di tengah perbedaan.

Pesan tersebut menemukan relevansinya dengan seruan Rizkan.

Bagi Rizkan, Merah Putih bukan benda biasa yang hanya muncul ketika kalender memasuki bulan Agustus. Ia merupakan simbol yang menghubungkan generasi sekarang dengan generasi terdahulu yang berjuang melahirkan Indonesia.

Di sinilah makna pengibaran bendera menjadi lebih dalam.

Mengibarkan Merah Putih dapat menjadi bentuk sederhana dari penghormatan terhadap sejarah, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang hadir tanpa pengorbanan.

Tanah Air Bukan Sekadar Wilayah, Melainkan Rumah Bersama

Rizkan juga mengajak masyarakat melihat Indonesia sebagai tanah leluhur dan tanah tumpah darah yang harus dijaga bersama.

“Indonesia adalah tanah leluhur kita, tanah tumpah darah kita. Kita harus terus bersatu di bawah bendera yang sama, yaitu Bendera Merah Putih,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan persatuan sebagai inti dari kehidupan kebangsaan.

Indonesia lahir dari keberagaman. Suku, bahasa, adat, budaya, agama, daerah, latar belakang sosial, serta perbedaan pandangan merupakan bagian dari wajah Indonesia.

Namun, keberagaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan rasa sebagai satu bangsa.

Justru karena Indonesia begitu beragam, bangsa ini membutuhkan simbol bersama yang mampu mempertemukan perbedaan dalam satu identitas kebangsaan.

Merah Putih menjadi salah satunya.

Ketika Merah Putih berkibar di rumah warga, sekolah, kantor pemerintahan, tempat usaha, ruang publik, hingga pelosok desa, yang hadir bukan sekadar warna merah dan putih.

Yang hadir adalah pesan bahwa berbagai perbedaan tetap memiliki rumah yang sama: Indonesia.

Menghormati Pahlawan Tidak Cukup dengan Upacara

Rizkan memandang penghormatan kepada pahlawan tidak seharusnya berhenti pada upacara, tabur bunga, atau seremoni setiap bulan Agustus.

Penghormatan yang paling substansial adalah meneruskan nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Jika generasi terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan yang luar biasa, maka generasi hari ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda.

Perjuangan itu dapat diwujudkan melalui pendidikan, kerja keras, menjaga persatuan, melawan korupsi, menghormati hukum, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga lingkungan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memastikan bahwa kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.

Dengan perspektif tersebut, mengibarkan Merah Putih bukanlah tujuan akhir.

Ia adalah pintu masuk menuju kesadaran yang lebih besar mengenai tanggung jawab sebagai warga negara.

Berbeda Pendapat Boleh, Merah Putih Jangan Dipisahkan

Rizkan juga menekankan bahwa persatuan tidak berarti seluruh rakyat harus memiliki pendapat yang sama.

Perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi.

Masyarakat boleh mengkritik pemerintah. Masyarakat boleh berbeda pilihan politik. Masyarakat boleh memiliki cara pandang yang berbeda mengenai berbagai persoalan bangsa.

Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghapus kesadaran bahwa seluruh rakyat Indonesia berada dalam satu rumah kebangsaan.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita lupa bahwa kita semua berada di bawah Merah Putih yang sama. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujar Rizkan.

Pandangan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi dan media sosial yang sering membuat persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar.

Sebuah perbedaan pendapat seharusnya tidak otomatis berubah menjadi permusuhan.

Dalam negara sebesar Indonesia, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan justru merupakan bagian penting dari mempertahankan kemerdekaan.

Merah Putih sebagai Simbol Masa Depan

Menjelang 17 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri menyerahkan Bendera Merah Putih kepada 40 kecamatan. Bupati Rudy Susmanto menyebut penyerahan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya meneruskan semangat perjuangan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa simbol kebangsaan dapat memiliki makna yang jauh lebih besar apabila ditempatkan dalam konteks sejarah dan kehidupan masyarakat.

Merah Putih bukan hanya tentang masa lalu.

Ia juga tentang masa depan.

Bendera itu menjadi pengingat bahwa generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk mewariskan Indonesia kepada anak cucu dalam keadaan yang lebih kuat, lebih adil, lebih sejahtera, dan tetap bersatu.

Karena itu, ajakan Rizkan untuk mengibarkan Merah Putih pada dasarnya bukan hanya seruan seremonial.

Ia merupakan ajakan untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif bangsa.

Agar generasi yang menikmati kemerdekaan tidak lupa bahwa kemerdekaan memiliki sejarah.

Bahwa sejarah memiliki pengorbanan.

Dan bahwa pengorbanan para pahlawan melahirkan tanggung jawab bagi generasi penerus.

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Merah Putih

Pada akhirnya, Indonesia tidak dibangun oleh satu suku, satu daerah, atau satu kelompok.

Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang berbagai anak bangsa yang memiliki cita-cita yang sama: hidup sebagai bangsa yang merdeka.

Karena itu, ketika Merah Putih dikibarkan, yang semestinya hadir bukan sekadar kemeriahan.

Ada penghormatan.

Ada rasa syukur.

Ada kesadaran sejarah.

Dan ada komitmen untuk menjaga Indonesia.

Rizkan Al Mubarok mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk kembali menemukan persamaan di tengah berbagai perbedaan.

“Merah Putih, teruslah berkibar di Tanah Air Indonesia yang tercinta ini. Kita hormati perjuangan para pahlawan, kita jaga persatuan, dan kita rawat Indonesia untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Sebab pada akhirnya, sebesar apa pun perbedaan yang ada di antara anak bangsa, Indonesia tetap memiliki satu tanah air, satu rumah kebangsaan, dan satu Merah Putih yang menjadi simbol persatuan.

Merah Putih bukan hanya bendera yang dikibarkan.

Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan pernah diperjuangkan dengan pengorbanan.

Dan selama Merah Putih masih berkibar, semangat untuk menjaga Indonesia seharusnya tidak pernah padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *