Meutya Sambut Peluncuran Zankore, AI Factory 1 GW di Batang Perkuat Ekosistem AI Indonesia

0
IMG-20260808-WA0050

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyambut peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif pengembangan AI Factory berskala besar di Indonesia yang melibatkan Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu fondasi pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat AI regional di Asia Tenggara.

Zankore Dirancang Capai Kapasitas 1 GW

Zankore dirancang sebagai infrastruktur komputasi AI dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW). Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

Tahap awal pembangunan ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas awal sekitar 200 megawatt (MW).

Ekosistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai komponen pendukung AI, mulai dari pusat data, GPU berperforma tinggi, jaringan, sistem penyimpanan, hingga layanan GPU-as-a-Service.

Kehadiran infrastruktur komputasi berskala besar dinilai penting karena kebutuhan terhadap kapasitas komputasi terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan AI oleh pemerintah, perusahaan, pengembang aplikasi, dan masyarakat.

Ooredoo Siapkan Investasi USD 800 Juta

Pengembangan Zankore juga menjadi bagian dari meningkatnya investasi teknologi dan ekonomi digital di Indonesia.

Ooredoo Group sebagai founding shareholder dengan kepemilikan 49 persen disebut berkomitmen mengalokasikan sekitar USD 800 juta dalam lima tahun ke depan untuk mendukung peluncuran dan pengembangan awal platform tersebut.

Dalam proyeksi bisnis yang disampaikan, platform Zankore diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan sekitar USD 13 miliar serta kontribusi EBITDA kumulatif sekitar USD 9 miliar dalam periode lima tahun.

Meutya Hafid menilai investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi digital Indonesia.

“Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” ujar Meutya.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur AI tidak hanya penting dari sisi teknologi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat regional.

Zankore Kembangkan Sahabat-AI

Pengembangan Zankore tidak hanya berfokus pada infrastruktur komputasi.

Platform tersebut juga akan mengembangkan Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) sumber terbuka Indonesia yang disebut memiliki 70 miliar parameter.

Sahabat-AI dirancang untuk mendukung Bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Pengembangan model bahasa dengan kemampuan memahami bahasa lokal dinilai dapat membantu memperluas pemanfaatan teknologi AI di Indonesia.

Selain itu, Zankore dirancang menyediakan layanan Token-as-a-Service. Layanan tersebut memungkinkan masyarakat, pelaku usaha, kementerian dan lembaga, serta pengembang aplikasi mengakses kemampuan komputasi AI dengan skema yang lebih mudah digunakan.

Dengan model tersebut, infrastruktur AI diharapkan tidak hanya dimanfaatkan perusahaan teknologi besar, tetapi juga dapat membuka akses bagi pelaku usaha dan pengembang yang membutuhkan kapasitas komputasi.

Manufaktur GPU Juga Disiapkan di Indonesia

Penguatan ekosistem AI nasional juga diarahkan pada pengembangan rantai pasok teknologi.

Salah satu rencana yang disebut dalam pengembangan ekosistem tersebut adalah pembangunan fasilitas manufaktur GPU di Cikarang, Bekasi.

Fasilitas tersebut ditargetkan diresmikan pada Desember 2026 dan diharapkan menjadi bagian dari penguatan kemampuan Indonesia dalam industri teknologi berorientasi AI.

Jika berbagai komponen tersebut dapat terintegrasi, Indonesia berpeluang memiliki ekosistem yang mencakup infrastruktur komputasi, model bahasa, layanan AI, hingga pengembangan kapasitas industri.

Indonesia Bidik Posisi Hub AI Regional

Pengembangan AI Factory Zankore menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas teknologi Indonesia di tengah meningkatnya persaingan negara-negara Asia Tenggara dalam menarik investasi pusat data dan teknologi AI.

Kapasitas komputasi yang besar dapat menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan aplikasi AI, layanan digital, riset, serta berbagai kebutuhan industri yang membutuhkan pemrosesan data dalam skala besar.

Namun, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup.

Pengembangan talenta digital, keamanan data, tata kelola AI, ketersediaan energi, konektivitas, serta kesiapan regulasi juga menjadi faktor penting agar investasi AI dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekosistem AI berjalan seiring dengan perlindungan masyarakat dan kepentingan nasional.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan pengembang teknologi, kehadiran Zankore diharapkan dapat memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia.

Jika pengembangan tersebut berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu pusat pengembangan dan pemanfaatan AI di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *