Musim Monsun Parah di India Tewaskan Lebih dari 100 Orang, Banjir dan Tanah Longsor Meluas
NEW DELHI – Musim monsun yang melanda India sejak Juli 2026 telah menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di sejumlah negara bagian. Curah hujan yang sangat tinggi memicu bencana di berbagai wilayah, terutama di Kerala, Gujarat, dan Maharashtra.
Hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan sungai meluap, jalan terputus, permukiman terendam, serta memicu tanah longsor di kawasan perbukitan.
Kerala dan Gujarat Jadi Wilayah Paling Terdampak
Di Negara Bagian Kerala, tanah longsor di Distrik Wayanad dilaporkan menewaskan sedikitnya 28 orang. Bencana tersebut juga merusak rumah, jalan, dan jembatan sehingga beberapa desa terisolasi dan menyulitkan proses evakuasi.
Sementara itu, Gujarat dilanda banjir besar yang merendam ribuan hektare lahan pertanian dan ratusan desa. Pemerintah setempat mengevakuasi ribuan warga ke lokasi pengungsian serta menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kerugian ekonomi diperkirakan cukup besar akibat rusaknya sektor pertanian dan infrastruktur.
Mumbai Ikut Dilanda Banjir
Negara Bagian Maharashtra, termasuk Kota Mumbai, juga mengalami banjir yang mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan utama dan mengganggu layanan transportasi, termasuk jaringan kereta api.
Sejumlah sekolah dan kantor ditutup sementara, sementara pemerintah daerah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi cuaca membaik.
Pemerintah Kerahkan Tim Penyelamat
Dinas Meteorologi India (IMD) memperingatkan hujan lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Peringatan merah telah diterbitkan untuk sejumlah distrik yang berisiko mengalami banjir dan tanah longsor.
Pemerintah India mengerahkan National Disaster Response Force (NDRF) ke berbagai wilayah terdampak guna mempercepat proses penyelamatan dan evakuasi korban.
Selain operasi penyelamatan, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan, air bersih, obat-obatan, serta perlengkapan darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah India menegaskan bahwa penanganan korban, pemulihan infrastruktur, dan rekonstruksi wilayah terdampak akan terus menjadi prioritas, seiring meningkatnya tantangan bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
