Banjir Bandang Landa Sumatera Barat, Lima Kecamatan di Padang Terendam, Evakuasi Warga Terus Berlangsung
PADANG – Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (3/8/2026). Curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa jam menyebabkan sejumlah sungai meluap, merendam permukiman warga, mengganggu aktivitas masyarakat, serta memicu proses evakuasi di berbagai daerah terdampak.
Kota Padang menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 15 titik banjir tersebar di lima kecamatan dengan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai sekitar 150 sentimeter.
Lima Kecamatan di Padang Terendam
Lima kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo.
Di Kecamatan Kuranji, banjir merendam sejumlah kelurahan seperti Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, dan Sungai Sapih. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, genangan terjadi di Kelurahan Aia Pacah dan Koto Panjang Ikua Koto.
Wilayah Bungus Selatan dan Teluk Kabung Utara di Kecamatan Bungus Teluk Kabung juga terdampak, begitu pula kawasan Pagambiran Ampalu Nan XX di Kecamatan Lubuk Begalung serta Surau Gadang di Kecamatan Nanggalo.
Derasnya arus banjir bahkan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga yang berada di lokasi terdampak.
Banjir Juga Meluas ke Agam dan Padang Pariaman
Selain Kota Padang, bencana banjir turut melanda Kabupaten Agam. Dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, terendam setelah Sungai Batang Kumayo dan Sungai Batang Rangeh meluap.
Di Kabupaten Padang Pariaman juga dilaporkan terjadi banjir yang disertai pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Sementara di Kota Pariaman, sedikitnya 10 pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga, kendaraan, dan menghambat akses lalu lintas.
Evakuasi Gunakan Perahu Karet
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unsur pemerintah daerah dikerahkan untuk melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.
Prioritas penyelamatan diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta warga yang terjebak di rumah akibat tingginya genangan air.
Bantuan logistik, makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya juga mulai disalurkan kepada masyarakat melalui posko-posko pengungsian.
Rumah Sakit Ikut Terdampak
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu layanan kesehatan.
Rumah Sakit Islam Siti Rahma dan RSUD Rasyidin Padang dilaporkan turut terdampak banjir sehingga beberapa pasien harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman demi menjaga keselamatan dan kelangsungan pelayanan medis.
Status Transisi Darurat Hingga September
Memasuki Selasa (4/8/2026), genangan di sebagian wilayah Kota Padang mulai berangsur surut. Warga mulai membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur yang terbawa banjir.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026.
Status tersebut bertujuan mempercepat proses rehabilitasi, pemulihan infrastruktur, penyaluran bantuan, serta pemulihan aktivitas masyarakat di daerah terdampak.
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada
BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, tanah longsor, pohon tumbang, serta mengikuti seluruh arahan dari petugas di lapangan.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana sekaligus pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
