Polisi Selidiki Pembobolan Pipa Pertamina di Jambi, Diduga Libatkan Jaringan Illegal Tapping Terorganisir
JAMBI – Aparat Kepolisian terus mengembangkan penyelidikan terkait dugaan pencurian minyak mentah melalui pembobolan pipa milik Pertamina di kawasan Paal X, Kota Jambi. Kasus yang diduga dilakukan secara terorganisir tersebut kini memasuki tahap pendalaman dengan mengarah pada identifikasi jaringan pelaku illegal tapping.
Kapolsek Kota Baru, Kompol Helrawati Siregar, mengungkapkan bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah petunjuk penting, termasuk sejumlah nomor telepon yang diduga berkaitan dengan para pelaku. Data tersebut kini tengah dianalisis untuk melacak keberadaan para terduga pelaku yang masih buron.
“Kami terus bergerak. Anggota saya belum ada yang tidur,” ujar Helrawati saat mendampingi kunjungan Anggota DPD RI Syarif Fasha ke lokasi kejadian, Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi pembobolan pipa dilakukan secara terencana. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sebuah bangunan liar yang diduga sengaja dijadikan lokasi penyamaran aktivitas pengeboran pipa agar tidak mudah terdeteksi dari luar.
Keberadaan bangunan tersebut mengindikasikan bahwa pelaku telah mempersiapkan operasi pencurian minyak dengan matang sebelum menjalankan aksinya. Penyidik kini juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar, termasuk pihak-pihak yang berperan sebagai penampung maupun penjual minyak hasil pencurian.
Praktik illegal tapping tidak hanya mengakibatkan kerugian negara dari sisi ekonomi, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kebocoran pipa minyak berpotensi menyebabkan pencemaran tanah dan air, bahkan dapat memicu kebakaran maupun ledakan apabila tidak segera ditangani.
Polsek Kota Baru menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara tersebut hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa minyak maupun fasilitas energi lainnya. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah praktik pencurian minyak yang merugikan negara.
Selain penegakan hukum, Pertamina diharapkan terus meningkatkan sistem pengamanan dan pengawasan di sepanjang jalur pipa guna mencegah terulangnya kasus serupa. Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga aset energi nasional serta melindungi keselamatan publik.
