Israel Selesaikan Upgrade Jet Kfir untuk Sri Lanka, Lima Pesawat Ditingkatkan ke Standar C12
Israel Aerospace Industries (IAI) menyelesaikan program peningkatan dan modernisasi pesawat tempur Kfir milik Angkatan Udara Sri Lanka. Proyek senilai sekitar 50 juta dolar AS tersebut mencakup peningkatan lima unit pesawat Kfir, terdiri atas empat pesawat varian C2 dan C7 serta satu unit TC2 yang merupakan versi latih.
Program modernisasi yang ditandatangani pada 2021 itu mencapai salah satu tahap penting melalui pelaksanaan uji terbang perdana di Pangkalan Angkatan Udara Katunayake, Sri Lanka, pada 11 Juni 2026.
Lima Kfir Ditingkatkan ke Standar C12
Program upgrade tersebut ditujukan untuk memperpanjang masa operasional armada Kfir yang telah digunakan Angkatan Udara Sri Lanka sejak 1996.
IAI melakukan modernisasi terhadap berbagai sistem pesawat dan mengubah armada tersebut menjadi varian yang dikenal sebagai Kfir C12.
Salah satu peningkatan utama adalah penggantian kokpit analog dengan sistem glass cockpit modern. Pesawat juga mendapatkan pembaruan avionik dan sistem misi untuk meningkatkan kemampuan pilot dalam mengoperasikan pesawat.
Selain itu, modernisasi mencakup pemasangan komputer misi baru serta peningkatan sistem komunikasi dan navigasi.
Dengan pembaruan tersebut, Kfir diharapkan memiliki kemampuan operasional yang lebih baik untuk menjalankan berbagai misi sesuai kebutuhan Angkatan Udara Sri Lanka.
Perpanjang Masa Operasional hingga 2030
Modernisasi tidak hanya dilakukan pada sistem avionik. Program tersebut juga mencakup pemeliharaan dan penguatan struktur pesawat untuk memperpanjang usia operasional armada.
Selain peningkatan pada pesawat, program ini juga mencakup pengembangan kembali kemampuan pemeliharaan dan perawatan Kfir di Sri Lanka.
Dengan modernisasi tersebut, armada Kfir diharapkan dapat tetap beroperasi hingga setidaknya 2030. Pesawat tersebut akan membantu mengisi kebutuhan kemampuan tempur Sri Lanka seiring dengan rencana pensiunnya armada F-7.
Kemampuan multi-peran Kfir juga menjadi salah satu aspek yang dipertahankan dan ditingkatkan. Pesawat dapat digunakan untuk menjalankan misi pertahanan udara maupun serangan darat sesuai konfigurasi dan kebutuhan operasional.
Modernisasi Jadi Alternatif Pembelian Pesawat Baru
Program peningkatan Kfir menjadi pilihan Sri Lanka untuk mempertahankan kemampuan pertahanan udara tanpa harus melakukan pembelian pesawat tempur baru dengan biaya yang lebih besar.
Modernisasi platform yang sudah tersedia memungkinkan Angkatan Udara Sri Lanka memperpanjang masa penggunaan armada sekaligus meningkatkan kemampuan sistem avionik dan misi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemeliharaan kemampuan pertahanan di tengah keterbatasan anggaran. Dengan mengoptimalkan armada yang sudah dimiliki, Sri Lanka dapat mempertahankan kapabilitas operasional sekaligus menyesuaikan kebutuhan pertahanannya dengan kemampuan finansial negara.
Kerja Sama Pertahanan Israel-Sri Lanka
Program modernisasi Kfir juga mencerminkan kerja sama pertahanan antara Israel dan Sri Lanka.
IAI, sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan modernisasi sistem pertahanan, memberikan solusi peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Angkatan Udara Sri Lanka.
Program tersebut menunjukkan bagaimana pesawat tempur yang telah beroperasi dalam waktu lama masih dapat diperbarui melalui integrasi teknologi modern.
Kfir sendiri merupakan pesawat tempur yang telah digunakan selama lebih dari lima dekade. Melalui peningkatan avionik, sistem misi, komunikasi, navigasi, serta pemeliharaan struktur, platform tersebut masih dapat dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan operasional tertentu.
Penyelesaian program modernisasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Angkatan Udara Sri Lanka sekaligus membuka peluang kerja sama lanjutan di bidang teknologi dan pemeliharaan pertahanan.
Dengan lima unit Kfir yang telah ditingkatkan ke standar C12, Sri Lanka kini memiliki armada yang lebih modern dibandingkan konfigurasi sebelumnya. Modernisasi tersebut menjadi salah satu pilihan strategis untuk menjaga kemampuan pertahanan udara sambil menunggu keputusan jangka panjang mengenai pengadaan dan pengembangan armada tempur.
Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa modernisasi pesawat tempur lama dapat menjadi alternatif untuk mempertahankan kemampuan operasional, selama didukung peningkatan teknologi, perawatan struktur, dan sistem pendukung yang memadai.
