Presiden Prabowo Pimpin Rapat KSSK di Istana, Perkuat Koordinasi dan Libatkan Danantara

0
IMG-20260728-WA0029

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut digelar menyusul pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang diterima Presiden sehari sebelumnya.

Rapat berlangsung sekitar dua jam dan dihadiri oleh seluruh anggota KSSK, yang terdiri atas Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Prabowo Tekankan Penguatan Koordinasi KSSK

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga. Langkah ini dinilai penting agar setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing otoritas dapat saling mendukung dan berjalan selaras.

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh anggota KSSK terus meningkatkan koordinasi, terutama dalam menjalankan kebijakan yang menjadi kewenangan masing-masing lembaga.

KSSK juga diminta untuk terus mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah sesuai dengan arah pembangunan nasional yang telah ditetapkan.

Penguatan koordinasi tersebut menjadi perhatian penting karena stabilitas sistem keuangan membutuhkan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, sektor jasa keuangan, serta penjaminan simpanan.

Danantara Dilibatkan dalam Forum KSSK

Arahan lain yang disampaikan Presiden Prabowo adalah melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam proses pengambilan keputusan KSSK.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pola koordinasi baru tersebut akan dikenal sebagai KSSK Plus.

Menurut Rosan, pelibatan Danantara diharapkan membuat kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mempertimbangkan aspek fiskal dan moneter, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap dunia usaha dan perekonomian secara lebih luas.

Danantara juga akan mengikuti rapat KSSK secara rutin setiap bulan. Rapat pada Senin (27/7/2026) menjadi kali pertama lembaga tersebut dilibatkan dalam forum KSSK.

Dengan masuknya Danantara, koordinasi kebijakan diharapkan dapat semakin komprehensif, terutama dalam menghubungkan stabilitas sistem keuangan dengan agenda investasi dan penguatan perekonomian nasional.

Rapat Digelar di Tengah Transisi Bank Indonesia

Rapat KSSK berlangsung di tengah respons pasar terhadap pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Pada perdagangan Senin (27/7/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen ke level Rp18.009 per dolar AS.

Meski demikian, Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak panik menghadapi proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia. Ia memastikan stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama dalam menjaga kondisi perekonomian nasional.

Penguatan koordinasi KSSK yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo menjadi sinyal bahwa pemerintah bersama otoritas terkait terus berupaya menjaga stabilitas sistem keuangan.

Koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, LPS, dan Danantara diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap berbagai dinamika ekonomi dan keuangan.

Stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Melalui forum KSSK Plus, pemerintah juga berupaya memastikan kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih terintegrasi, dengan mempertimbangkan stabilitas keuangan sekaligus kebutuhan dunia usaha dan agenda investasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *