KBRI Alger Luncurkan Gastrodiplomasi Taste of Indonesia, Sate Ayam Gratis Diserbu Warga Aljazair

0
IMG-20260728-WA0035

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Alger resmi meluncurkan program gastrodiplomasi bertajuk “Taste of Indonesia” sebagai bagian dari upaya diplomasi publik untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia melalui kuliner.

Peluncuran program tersebut digelar di lingkungan KBRI Alger pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ditandai dengan pembagian ratusan porsi sate ayam gratis kepada masyarakat setempat yang menyambut antusias kesempatan untuk mencicipi kuliner khas Nusantara.

Sate Ayam Jadi Pintu Masuk Diplomasi Kuliner

Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron B. Ambary, menjelaskan bahwa sate ayam dipilih sebagai menu pembuka karena memiliki kemiripan dengan brochette, kuliner daging panggang yang ditusuk dan populer di Aljazair.

Meski memiliki kemiripan dari sisi penyajian, sate ayam Indonesia menawarkan karakter rasa yang berbeda melalui penggunaan bumbu kacang khas Nusantara. Perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas menjadi ciri khas yang membedakan sate ayam Indonesia dari brochette yang umumnya disajikan tanpa saus tambahan.

Kesamaan bentuk penyajian tersebut menjadi titik awal yang dinilai tepat untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada masyarakat Aljazair. Warga setempat dapat menikmati hidangan yang secara tampilan terasa akrab, tetapi memiliki pengalaman rasa yang berbeda berkat bumbu kacang khas Indonesia.

Ratusan porsi sate ayam yang dibagikan dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif. Sejumlah warga Aljazair terlihat antusias mencicipi kuliner Nusantara dan mengenal lebih dekat kekayaan cita rasa makanan Indonesia.

“Mazdak Indonesia” dan Filosofi Berbagi

Program yang juga mengusung nama “Mazdak Indonesia” atau “Cita Rasa Indonesia” tersebut terinspirasi dari tradisi masyarakat Indonesia yang kerap membagikan makanan kepada tetangga ketika menempati lingkungan baru.

Tradisi berbagi makanan tersebut menjadi simbol perkenalan sekaligus upaya membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Filosofi itu kemudian diadaptasi dalam kegiatan diplomasi publik untuk membangun kedekatan emosional antara masyarakat Indonesia dan Aljazair melalui pengalaman kuliner.

Dubes Yusron menyampaikan bahwa program tersebut akan dikembangkan sebagai rangkaian kegiatan berkelanjutan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Aljazair melalui kuliner.

Pendekatan gastrodiplomasi dinilai dapat menjadi instrumen diplomasi publik yang efektif karena makanan merupakan bagian dari identitas budaya sekaligus sarana untuk membangun interaksi antarmasyarakat.

Selain memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, gastrodiplomasi juga diharapkan dapat memperkuat citra positif Indonesia serta membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan produk kuliner.

Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Aljazair

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KBRI Alger juga menggelar media gathering bersama sejumlah jurnalis lokal. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan sejumlah prioritas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Aljazair.

Dubes Yusron menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan kedua negara di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama budaya dan olahraga, KBRI Alger juga dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman dengan Comité National Pencak Silat Algeria (CNPSA) pada 22 Juli 2026.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya dan olahraga Indonesia kepada masyarakat Aljazair.

Peluncuran “Taste of Indonesia” menjadi bagian dari upaya Indonesia mempererat hubungan dengan Aljazair melalui pendekatan budaya yang humanis dan inklusif.

Melalui kuliner, Indonesia tidak hanya memperkenalkan makanan khas Nusantara, tetapi juga membawa cerita mengenai tradisi, keberagaman, dan identitas budaya bangsa.

Sate ayam dan bumbu kacang menjadi medium sederhana yang mempertemukan masyarakat dari dua negara melalui pengalaman rasa. Dari kegiatan tersebut, diharapkan terbuka ruang interaksi yang lebih luas untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus mendorong kerja sama Indonesia-Aljazair di berbagai bidang.

Ke depan, gastrodiplomasi diharapkan dapat terus menjadi salah satu instrumen diplomasi publik Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *