Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Bali untuk Dukung Pariwisata Kelas Dunia

0
IMG-20260721-WA0070

DENPASAR — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus memperkuat pembangunan infrastruktur sanitasi, air minum, dan pengelolaan persampahan di Bali sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang dihadiri Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Cipta Karya Meike Kencanawulan Martawidjaja pada Senin (20/7/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan pariwisata serta pelestarian lingkungan dan budaya Bali.

Penguatan infrastruktur dasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata internasional. Pertumbuhan aktivitas pariwisata harus diimbangi dengan ketersediaan layanan sanitasi, air minum, dan pengelolaan sampah yang memadai agar kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan tetap terjaga.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan sistem pengelolaan persampahan terpadu dari hulu hingga hilir. Pemerintah mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Pembangunan TPST diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Temesi yang kapasitasnya semakin terbatas. Dengan sistem pengolahan yang lebih terpadu dan modern, sampah diharapkan dapat dikelola secara lebih efektif sebelum masuk ke tahap pemrosesan akhir.

Penguatan pengelolaan sampah menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali. Kawasan wisata yang bersih dan memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang baik tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Selain sektor persampahan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penataan kawasan Pura Ulundanu Batur. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan di kawasan strategis pariwisata Bali.

Pura Ulundanu Batur yang berada di kawasan Danau Batur merupakan salah satu destinasi wisata budaya dan spiritual yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Bali. Karena itu, pengembangan kawasan harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan nilai kesucian, tradisi, dan kelestarian lingkungan sekitar.

Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan sekaligus menjaga karakter budaya dan spiritual yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas Bali. Pembangunan infrastruktur tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan aspek fisik kawasan, tetapi juga harus memperkuat keberlanjutan destinasi.

Pemerintah menilai pembangunan infrastruktur Bali perlu dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi. Pertumbuhan ekonomi dan pariwisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan, perlindungan budaya, serta kesejahteraan masyarakat.

Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur sanitasi, air minum, dan persampahan diharapkan dapat menjawab kebutuhan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang tanpa mengorbankan kelestarian alam dan warisan budaya.

Dengan dukungan infrastruktur dasar yang semakin baik, Bali diharapkan tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga mampu memberikan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *