Penantian 28 Tahun Berakhir, Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela

0
IMG-20260718-WA0072

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Prosesi groundbreaking dilakukan secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, sementara peletakan batu pertama di lokasi proyek dipimpin langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Peresmian tersebut menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia setelah proyek gas bumi raksasa ini menunggu hampir tiga dekade untuk memasuki tahap pembangunan.

Presiden Prabowo menyebut dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela sebagai momentum penting yang telah lama dinantikan masyarakat Indonesia.

“Ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting, proyek ini hampir tiga dekade kita tunggu. Tiga dasawarsa rakyat menunggu, alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan,” ujar Presiden.

Proyek Energi Strategis Setelah Penantian Panjang

Proyek LNG Abadi Masela telah dicanangkan sejak 1998 dan sempat mengalami perjalanan panjang selama 28 tahun sebelum akhirnya memasuki tahap eksekusi pembangunan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan proyek tersebut merupakan hasil arahan Presiden Prabowo untuk memastikan proyek migas strategis yang telah memiliki rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) dapat segera direalisasikan.

Menurut Bahlil, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.

Investasi Rp376 Triliun dan Teknologi CCS

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama PT Pertamina (Persero) dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar atau sekitar Rp376 triliun.

Investasi tersebut termasuk tambahan sekitar US$1 miliar untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), menjadikan LNG Abadi Masela sebagai salah satu proyek energi besar Indonesia yang mengintegrasikan teknologi pengurangan emisi sejak tahap pengembangan.

Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia. Lokasinya berada sekitar 160 kilometer dari Pulau Yamdena, Kepulauan Tanimbar, di Laut Arafura dengan kedalaman laut sekitar 400 hingga 800 meter.

Produksi LNG Besar dan Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

Fasilitas LNG Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun.

Selain itu, proyek ini juga akan menghasilkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari serta produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan proyek tersebut harus berjalan cepat dan tidak boleh mengalami hambatan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat.

Kepala Negara juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari INPEX Corporation asal Jepang, Petronas Malaysia, hingga Pertamina sebagai perusahaan energi nasional.

60 Persen Gas untuk Indonesia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa sekitar 60 persen produksi gas dari Blok Masela akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan 40 persen lainnya diperuntukkan bagi pasar ekspor.

Gas untuk kebutuhan dalam negeri akan dimanfaatkan oleh sejumlah BUMN strategis, seperti PLN, PGN, dan Pupuk Indonesia, serta perusahaan swasta untuk mendukung program hilirisasi industri nasional.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Dorong Ekonomi Maluku dan Indonesia Timur

Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi Indonesia. Hingga 2055, proyek ini diperkirakan mampu memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto nasional sekitar US$137,7 miliar.

Selama masa konstruksi, proyek ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung dengan prioritas perekrutan masyarakat lokal Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pemerintah berharap keberadaan proyek tersebut mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur melalui peningkatan aktivitas industri, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Menuju Masa Depan Energi Bersih

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) proyek LNG Abadi Masela telah mencapai sekitar 79,56 persen dan terus bergerak menuju tahap Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.

Dengan kapasitas produksi besar, dukungan teknologi CCS, serta prioritas pemanfaatan gas domestik, LNG Abadi Masela diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Presiden Prabowo optimistis proyek ini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi global.

Dengan dimulainya groundbreaking tersebut, proyek LNG Abadi Masela resmi memasuki fase pembangunan setelah perjalanan panjang selama 28 tahun, membawa harapan baru bagi ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *