Ekspor Daun Ketapang Babel Tembus Pasar Global, Barantin Gencar Kawal UMKM Go Internasional
JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pembinaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Salah satu komoditas unggulan yang kini semakin diminati pasar internasional adalah daun ketapang asal Bangka Belitung.
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. Menurutnya, pendampingan berkelanjutan mampu membuka peluang ekspor yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Berdasarkan data Best Trust, sepanjang tahun 2025 UMKM binaan Karantina Bangka Belitung berhasil mengekspor sebanyak 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Capaian tersebut menunjukkan komoditas berbasis sumber daya alam lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.
Memasuki semester pertama tahun 2026, realisasi ekspor daun ketapang kembali menunjukkan tren positif dengan volume mencapai 553,06 kilogram. Selain mempertahankan pasar di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman, ekspor juga berhasil menembus Jepang serta Polandia, memperluas jangkauan produk UMKM Bangka Belitung di pasar dunia.
Herwintarti menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pemenuhan standar karantina, kualitas produk yang konsisten, serta pendampingan intensif kepada para pelaku usaha. Meskipun secara volume terjadi penurunan tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, permintaan dari berbagai negara tetap menunjukkan prospek yang menjanjikan.
Sementara itu, Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menegaskan bahwa Barantin akan terus menghadirkan layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya guna mendukung semakin banyak UMKM Indonesia menembus pasar ekspor. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk “Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara”.
Pelaku UMKM sekaligus eksportir, Lukman Nuhung, menjelaskan bahwa daun ketapang diekspor dalam kondisi kering dengan ukuran yang disesuaikan permintaan pembeli. Di pasar internasional, daun ketapang banyak dimanfaatkan sebagai kondisioner alami air akuarium, terutama untuk ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.
Kandungan tanin alami pada daun ketapang dipercaya mampu membantu menstabilkan tingkat keasaman (pH) air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur sehingga banyak diminati penghobi ikan hias di berbagai negara.
Selain daun ketapang, Karantina Bangka Belitung juga mencatat keberhasilan ekspor komoditas pertanian kering lainnya, di antaranya 4.471 kilogram daun manggis kering serta 122 kilogram daun bambu kering yang diekspor ke Inggris.
Dalam waktu dekat, UMKM Bangka Belitung kembali dijadwalkan mengirimkan ekspor daun ketapang ke Inggris. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas unggulan asal Bangka Belitung.
Keberhasilan ekspor daun ketapang menjadi bukti bahwa komoditas nonkonvensional Indonesia memiliki potensi besar di pasar global apabila didukung pembinaan yang berkelanjutan, kualitas produk yang terjaga, serta kemudahan layanan ekspor. Sinergi antara pemerintah, Barantin, dan pelaku UMKM diharapkan terus mendorong lahirnya lebih banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
