Indonesia Tampilkan Model Transformasi Digital Beretika di WSIS Forum 2026, Target Ekonomi Digital Rp3,6 Kuadriliun pada 2030
JENEWA – Indonesia mempertegas komitmennya membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di panggung internasional. Dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Forum 2026: Leaders SummitX yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 6–10 Juli 2026, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memperkenalkan model transformasi digital Indonesia yang berlandaskan nilai etika, keberlanjutan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Pada forum yang dihadiri para pemimpin dunia, regulator, akademisi, dan pelaku industri digital tersebut, Indonesia mengusung tiga pilar utama transformasi digital, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi perkembangan teknologi global, melainkan turut berperan sebagai salah satu negara yang membentuk masa depan digital dunia.
“Indonesia ingin menjadi bagian dari pembentuk masa depan digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar teknologi,” tegas Meutya Hafid.
Tiga Pilar Transformasi Digital Indonesia
Pilar pertama, Terhubung, difokuskan pada pemerataan akses internet melalui pemanfaatan Satelit SATRIA-1, optimalisasi jaringan serat optik Palapa Ring, serta percepatan pengembangan jaringan 5G agar seluruh masyarakat memperoleh akses digital yang setara.
Pilar kedua, Terjaga, menitikberatkan pada perlindungan masyarakat di ruang digital, khususnya anak-anak, melalui penguatan regulasi, tata kelola platform digital, keamanan siber, dan peningkatan literasi digital.
Sementara pilar ketiga, Tumbuh, diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang inovatif, etis, bertanggung jawab, serta berpusat pada kepentingan manusia.
Menurut Meutya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun perkembangan teknologi, tetapi juga dari manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian nilai-nilai budaya.
“Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital,” ujarnya.
Perluasan Akses Digital Nasional
Dalam paparannya, pemerintah menjelaskan bahwa melalui BAKTI Kemkomdigi, sebanyak 30.017 titik layanan publik kini telah terhubung menggunakan Satelit SATRIA-1 dengan kecepatan internet hingga 10 Mbps di setiap lokasi.
Layanan tersebut mayoritas dimanfaatkan sektor pendidikan, disusul pemerintahan dan layanan kesehatan, sehingga mempercepat pemerataan akses digital hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selain memperluas konektivitas, pemerintah juga memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Regulasi tersebut mengatur kewajiban platform digital dalam menerapkan verifikasi usia pengguna, klasifikasi tingkat risiko layanan, serta peningkatan perlindungan terhadap anak-anak di ruang digital.
Target Ekonomi Digital Rp3,6 Kuadriliun
Pemerintah menargetkan nilai ekonomi digital Indonesia yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat dapat meningkat menjadi 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,6 kuadriliun pada tahun 2030.
Target tersebut diharapkan tercapai melalui penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi masyarakat, pengembangan talenta digital, serta penerapan teknologi kecerdasan buatan yang bertanggung jawab.
Keikutsertaan Indonesia dalam WSIS Forum 2026 juga membuahkan prestasi internasional setelah platform Rumah Pendidikan meraih WSIS Prizes 2026 kategori e-Government, mengungguli ribuan inovasi digital dari berbagai negara.
Pencapaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif mendorong transformasi digital yang inklusif, aman, beretika, serta berorientasi pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
