Water Taxi Bali Dikebut, Rute Bandara Ngurah Rai–Canggu Ditargetkan Hanya 30 Menit

0
IMG-20260714-WA0028

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan konektivitas transportasi untuk mendukung sektor pariwisata nasional. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur) menggodok percepatan pengembangan layanan water taxi di Bali sebagai solusi mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan akses menuju kawasan wisata.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengembangan water taxi menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebandarudaraan dan transportasi multimoda yang terintegrasi dengan destinasi wisata unggulan di Pulau Bali.

Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan rute Sekeh–Canggu (Berawa). Melalui layanan transportasi laut tersebut, waktu tempuh dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu ditargetkan hanya sekitar 30 menit.

Saat ini perjalanan melalui jalur darat menuju Canggu kerap memakan waktu antara dua hingga tiga jam pada jam-jam sibuk akibat tingginya kepadatan lalu lintas. Kehadiran water taxi diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien bagi wisatawan maupun masyarakat.

Menko AHY menegaskan pembangunan infrastruktur transportasi tidak hanya bertujuan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional melalui konektivitas yang lebih baik.

Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia menerima jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahun. Oleh karena itu, peningkatan akses menuju kawasan wisata dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pengalaman wisatawan semakin nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kawasan Canggu dipilih sebagai rute prioritas karena menjadi salah satu destinasi dengan pertumbuhan pariwisata paling pesat di Bali. Wilayah tersebut berkembang menjadi pusat akomodasi, kuliner, hiburan, hingga ruang kreatif yang banyak diminati wisatawan mancanegara.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pengembangan jaringan water taxi menuju sejumlah destinasi wisata lainnya seperti Sanur, Nusa Dua, Uluwatu, hingga kawasan strategis lainnya sesuai kebutuhan dan hasil evaluasi operasional.

Realisasi layanan water taxi akan didukung pembangunan dermaga, penyediaan armada kapal yang memenuhi standar keselamatan, serta sistem layanan dan tiket yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi bersama pemerintah daerah dan sektor swasta agar pengoperasian water taxi berjalan profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun industri pariwisata.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan konektivitas antardestinasi wisata, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang didukung infrastruktur transportasi modern dan ramah wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *