BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja Thailand untuk Bahan Baku Liquid Vape di Gresik, Sindikat Bidik Generasi Muda

0
IMG-20260704-WA0012

GRESIK – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 3,37 ton kuncup bunga ganja (cannabis) asal Thailand yang diduga akan diolah menjadi bahan baku liquid vape di sebuah gudang kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pengungkapan ini menjadi kasus pertama di Indonesia yang mengungkap modus penyelundupan ganja untuk diproses menjadi cairan rokok elektrik dengan sasaran utama generasi muda.

Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan intelijen, ribuan kilogram kuncup bunga cannabis tersebut direncanakan untuk diekstraksi menjadi tetrahydrocannabinol (THC), kemudian diproduksi sebagai cairan isi ulang (liquid) atau cartridge rokok elektrik.

“Barang bukti ini direncanakan digunakan sebagai bahan baku penghasil ekstrak THC yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai cairan isi ulang atau cartridge rokok elektrik,” ujar Suyudi saat memberikan keterangan di Gresik, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, modus baru ini menunjukkan perubahan pola peredaran narkotika yang kini memanfaatkan tren gaya hidup modern. Para pelaku diduga sengaja memilih media vape untuk mempermudah penyebaran narkotika di kalangan anak muda.

“Inilah tantangan baru yang harus kita hadapi bersama, ketika narkotika berusaha masuk melalui lifestyle, teknologi, dan tren konsumsi generasi muda,” tegasnya.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol. Aswin Sipayung, mengatakan kuncup bunga cannabis tersebut belum berbentuk produk jadi. Seluruh barang bukti masih akan melalui proses ekstraksi sebelum dimasukkan ke dalam cartridge vape untuk diedarkan kepada konsumen.

“Ini merupakan bahan baku yang akan diekstrak, kemudian dimasukkan ke cartridge vape atau rokok elektrik. Modus seperti ini merupakan temuan baru yang sangat berbahaya karena menyasar pengguna vape,” jelas Aswin.

BNN menyebut kandungan THC pada cannabis tersebut sangat tinggi sehingga memiliki potensi besar disalahgunakan sebagai narkotika. Karena itu, pengungkapan kasus ini dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah lahirnya pola peredaran narkoba dengan kemasan yang lebih modern dan sulit dikenali masyarakat.

Hasil penyelidikan juga mengungkap bahwa jaringan ini merupakan sindikat baru dengan rantai distribusi yang kompleks, mulai dari impor bahan baku dari luar negeri, proses ekstraksi, hingga produksi liquid vape siap edar.

Dalam operasi gabungan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur, aparat berhasil mengamankan sebanyak 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

BNN memperkirakan keberhasilan pengungkapan ini telah menyelamatkan sekitar 10.114.200 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain itu, negara diperkirakan berhasil mencegah potensi kerugian ekonomi akibat penyalahgunaan narkotika yang nilainya mencapai sekitar Rp4,585 triliun.

BNN menegaskan akan terus memperkuat kerja sama nasional maupun internasional untuk membongkar jaringan narkotika lintas negara yang terus mengembangkan modus operandi baru. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, akan terus ditingkatkan agar semakin waspada terhadap penyalahgunaan narkotika yang kini mulai dikemas melalui produk-produk yang tampak legal seperti rokok elektrik atau vape.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *