Program Sekolah Rakyat 2026 Terus Diperkuat, Pemerintah Perluas Pembentukan Karakter, Penjangkauan Tepat Sasaran, dan Akses Pendidikan Lanjutan
JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Sekolah Rakyat 2026 sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penguatan program dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter peserta didik, sistem penjangkauan siswa yang lebih tepat sasaran, hingga penyediaan akses pendidikan lanjutan bagi para lulusan.
Program tersebut dirancang menjadi model pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pembinaan karakter, serta peningkatan keterampilan hidup sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kolaborasi Kemensos dan TNI Perkuat Pendidikan Karakter
Salah satu langkah strategis yang ditempuh pemerintah adalah memperkuat kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembinaan karakter peserta didik.
Sebanyak sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) dijadwalkan terlibat dalam program pembinaan karakter, dengan skema penempatan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat.
Program tersebut akan difokuskan pada pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, kerapian, serta pembiasaan hidup mandiri melalui berbagai aktivitas sehari-hari, seperti merawat perlengkapan pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, hingga membangun etos disiplin.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa.
Program pembinaan karakter dijadwalkan mulai berlangsung pada awal Agustus 2026.
Penjangkauan Siswa Berbasis DTSEN
Dalam proses penerimaan peserta didik, pemerintah menerapkan sistem penjangkauan langsung (outreach) berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Melalui pendekatan tersebut, calon siswa diprioritaskan berasal dari keluarga pada Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Petugas Kemensos bersama Dinas Sosial secara aktif mendatangi calon peserta didik yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko tidak melanjutkan pendidikan.
Pada tahun ajaran 2026, penjangkauan terbesar dilakukan pada jenjang SMP sebanyak 17.815 anak, disusul jenjang SMA sebanyak 16.206 anak, serta SD sebanyak 3.597 anak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan proses seleksi dilakukan secara objektif dan berbasis data, tanpa ruang bagi praktik titipan maupun intervensi pihak tertentu.
Pemerintah Siapkan Akses Pendidikan Tinggi
Pemerintah juga menyiapkan skema keberlanjutan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat, khususnya pada jenjang SMA.
Lulusan akan memperoleh pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui berbagai jalur afirmasi, prestasi, maupun program beasiswa.
Dukungan turut datang dari berbagai mitra strategis, termasuk ESQ Group, yang menawarkan kesempatan melanjutkan pendidikan secara gratis di Universitas Ary Ginanjar bagi lulusan yang memenuhi persyaratan.
Langkah tersebut diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi peserta didik untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan mobilitas sosial melalui pendidikan.
Infrastruktur dan SDM Terus Dipersiapkan
Selain penguatan kurikulum dan pembinaan karakter, pemerintah juga mempercepat penyediaan tenaga pendidik serta pembangunan infrastruktur.
Sebanyak 8.180 formasi guru dan tenaga kependidikan PPPK Sekolah Rakyat telah memasuki tahap pengumuman seleksi administrasi.
Di sisi lain, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di berbagai daerah terus dipercepat. Salah satunya di Kota Semarang yang dilaporkan telah mencapai progres sekitar 90 persen.
Pemerintah juga akan memproduksi film pendek bertema perjuangan anak-anak dari keluarga kurang mampu dalam memperoleh akses pendidikan sebagai media edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat.
Instrumen Memutus Rantai Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.
Melalui sinergi pemerintah, TNI, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta, program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, serta memiliki keterampilan untuk bersaing di masa depan.
Dengan penguatan yang terus dilakukan pada aspek karakter, ketepatan sasaran penerima manfaat, kualitas tenaga pendidik, serta keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi, Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
