Viral Dugaan Massa Demo Ruben Onsu Dibayar Rp40 Ribu, Beredar Tangkapan Layar dan Video Pengakuan Peserta

0
1793936763738-1

SOROTAN PUBLIK, JAKARTA – Aksi demonstrasi yang menuntut pemboikotan terhadap Ruben Onsu di depan Gedung Trans TV, kawasan Mampang, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya pembayaran kepada sejumlah peserta sebesar Rp40 ribu.

Dugaan tersebut mencuat setelah Ruben Onsu membagikan tangkapan layar percakapan sebuah grup melalui akun media sosial pribadinya pada Kamis (5/11/2026).

Dalam tangkapan layar itu, terdapat pesan yang memuat informasi mengenai pelaksanaan demonstrasi, mulai dari jadwal kehadiran, lokasi aksi, ketentuan pakaian, hingga nominal uang yang disebut akan diberikan kepada peserta.

Pesan tersebut mencantumkan imbalan sebesar Rp40 ribu bagi orang yang bersedia mengikuti aksi di depan Gedung Trans TV.

“Aksi damai Kamis (5/11/2026) lokasi Trans TV Mampang, absen pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Dresscode: cewek kemeja hijab, cowok kemeja panjang sama peci, semua pakai sepatu. Fee: 40 k (Rp 40.000) transfer (tf). Yang mau ikut bisa japri ya,” demikian isi pesan dalam tangkapan layar yang diunggah Ruben.

Istilah “40 k” dalam pesan tersebut merujuk pada nominal Rp40.000 yang disebut sebagai imbalan kehadiran peserta demonstrasi. Meski demikian, keberadaan pesan itu belum dengan sendirinya membuktikan bahwa pembayaran benar-benar telah dilakukan kepada seluruh peserta.

Video Pengakuan Peserta Demo Ikut Beredar

Sorotan terhadap aksi tersebut semakin bertambah setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengaku hanya mengikuti ajakan seseorang untuk datang ke lokasi demonstrasi.

Dalam rekaman yang diunggah akun @koko_hiro_chimot_real, pria tersebut terlihat mengenakan atribut bergambar wajah Ruben Onsu di bagian depan. Ia juga memakai kain hitam putih di kepala, baju lengan panjang berwarna hitam, serta celana panjang cokelat.

Seorang pria kemudian menghampirinya dan mempertanyakan alasan penggunaan atribut tersebut.

“Lu ngapain pakai-pakai atribut seperti ini?” tanya pria yang merekam video tersebut.

Peserta demonstrasi itu menjawab bahwa dirinya hanya ikut-ikutan dan mengaku tidak terlibat dalam aksi pembakaran ban.

“Enggak, saya hanya ikut-ikut saja. Saya enggak ikut-ikutan bakar-bakar ban,” jawabnya.

Pria yang merekam video kemudian meminta agar atribut yang dikenakan segera dilepas.

“Buka semua atribut lu sekarang juga,” tegasnya.

Ketika ditanya siapa pihak yang mengajaknya datang ke lokasi demonstrasi, pria tersebut mengaku tidak mengetahui identitas orang yang dimaksud.

“Saya enggak tahu, saya hanya disuruh tetapi siapa yang menyuruh saya enggak tahu orangnya yang mana,” jawabnya.

Ia kembali menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi aksi hanya karena mengikuti ajakan orang lain.

“Seriusan bang, saya hanya ikut-ikutan saja,” tuturnya.

Identitas Pihak yang Diduga Mengorganisasi Masih Perlu Ditelusuri

Beredarnya tangkapan layar percakapan dan video pengakuan peserta tersebut menambah perhatian publik terhadap demonstrasi yang ditujukan kepada Ruben Onsu.

Namun, sejumlah hal masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai siapa pihak yang menyebarkan ajakan demonstrasi, apakah benar terdapat pembayaran kepada peserta, serta siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi kegiatan tersebut.

Perlu ditegaskan bahwa tangkapan layar dan video yang beredar merupakan materi yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Pengakuan seorang peserta juga belum cukup untuk membuktikan adanya praktik pengerahan massa berbayar secara terorganisasi.

Publik kini menantikan penjelasan dari pihak-pihak terkait agar duduk perkara aksi demonstrasi tersebut dapat diketahui secara utuh dan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang belum didukung bukti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *