Temui Prabowo di Istana, Mualem Bahas Dana Otsus, Bendera Aceh hingga Dana Abadi Eks Kombatan GAM

0
1793858126129-1-1

JAKARTA – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis menyangkut pembangunan, kepastian hukum, serta penyelesaian berbagai persoalan penting di Provinsi Aceh.

Pertemuan yang turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi itu menjadi momentum penyampaian sejumlah aspirasi dan usulan strategis Pemerintah Aceh kepada pemerintah pusat.

Ada enam persoalan utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertama, keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, penyelesaian serta kepastian hukum mengenai Bendera Aceh yang selama ini menjadi salah satu isu penting dalam perjalanan kekhususan dan otonomi Aceh.

Ketiga, penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang yang membutuhkan kepastian agar persoalan tersebut dapat dituntaskan secara jelas.

Keempat, tindak lanjut surat kepresidenan tahun 2017 terkait PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA).

Kelima, percepatan tindak lanjut keputusan terkait Blok Rantau.

Keenam, usulan pembentukan dana abadi bagi mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Mualem menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Respons positif dari kepala negara diharapkan menjadi awal bagi percepatan penyelesaian sejumlah agenda strategis Aceh.

Menurut Mualem, pertemuan tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi keberlanjutan pembangunan sekaligus memberikan kepastian terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Aceh.

Sejumlah agenda yang dibahas memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan kekhususan Aceh, kepastian hukum, pengelolaan sumber daya, hingga perhatian terhadap mantan kombatan GAM.

Pemerintah Aceh berharap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat agar berbagai usulan tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Penyelesaian agenda strategis tersebut dinilai penting untuk mendukung stabilitas, memperkuat pembangunan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh ke depan.

Sumber: ANTARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *