Dea OnlyFans Hadir di Demo Indonesia Sadar Bundaran HI, Serukan Aksi Mawar Putih

0
1793241650703-1

JAKARTA — Dea Ayu, yang dikenal publik dengan nama Dea OnlyFans, menjadi perhatian setelah menghadiri demonstrasi bertajuk Indonesia Sadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Kehadirannya diketahui melalui sejumlah foto dan unggahan yang dibagikannya di akun Threads.

Dalam salah satu unggahan, Dea terlihat mengambil foto selfie sambil menunjukkan gestur tiga jari atau three-finger salute. Ia juga membagikan foto saat berada di tengah kerumunan demonstran yang menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI.

Tak hanya mengunggah momen kehadirannya, Dea turut menyerukan penggunaan bunga mawar putih dalam aksi tersebut.

“Angkat mawarnyaaaa,” tulis Dea dalam unggahannya.

Ia juga menyampaikan ajakan, “Mari mawar putihkan Bundaran HI.”

Unggahan itu mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sejumlah warganet memberikan apresiasi atas kehadirannya, sementara unggahan lain yang beredar memperlihatkan Dea disebut membantu membagikan logistik kepada peserta aksi.

DEMONSTRASI BERTEPATAN DENGAN HARI SUMPAH PEMUDA

Aksi Indonesia Sadar digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) serta sejumlah elemen masyarakat sipil.

Demonstrasi berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah, mulai dari lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, hingga hak asasi manusia dan demokrasi.

Para peserta menyampaikan lima kelompok tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan publik dan kondisi sosial masyarakat.

LINGKUNGAN, PENDIDIKAN, DAN PEMBERANTASAN KORUPSI JADI SOROTAN

Dalam bidang lingkungan, massa mendesak pemerintah mengambil langkah serius untuk menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Mereka juga menyuarakan tuntutan terkait penanganan persoalan ekologis dan penggunaan anggaran negara agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.

Di sektor pendidikan, peserta aksi menyoroti biaya pendidikan serta pemerataan akses terhadap layanan dasar.

Sementara dalam bidang hukum dan pemerintahan, demonstran menyuarakan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penegakan hukum yang adil, serta perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.

Isu hak asasi manusia dan demokrasi juga menjadi bagian dari tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut, termasuk pentingnya menjaga ruang sipil agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman.

MAKNA SIMBOL TIGA JARI DAN MAWAR PUTIH

Gestur tiga jari yang ditunjukkan Dea menjadi salah satu simbol yang terlihat dalam gerakan Indonesia Sadar.

Simbol three-finger salute dikenal luas melalui waralaba film The Hunger Games. Dalam sejumlah konteks sosial dan politik, gestur tersebut digunakan sebagai lambang solidaritas, persatuan, atau perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap menindas. Namun, maknanya dapat berbeda sesuai konteks gerakan yang menggunakannya.

Sementara itu, bunga mawar putih yang diserukan Dea menjadi bagian dari pesan visual dalam aksi. Makna khusus penggunaan bunga tersebut dalam demonstrasi perlu merujuk pada penjelasan penyelenggara agar tidak ditafsirkan secara berlebihan.

KEHADIRAN DEA MENAMBAH PERHATIAN PUBLIK

Kehadiran Dea di tengah demonstrasi memperlihatkan bagaimana partisipasi seseorang dapat menarik perhatian lebih luas melalui media sosial. Foto, video, dan pesan singkat yang dibagikan peserta aksi memungkinkan masyarakat mengikuti suasana demonstrasi sekaligus mengetahui isu-isu yang sedang disuarakan.

Meski demikian, perhatian terhadap sosok tertentu tidak mengubah substansi utama aksi, yakni berbagai tuntutan mahasiswa dan masyarakat sipil mengenai lingkungan, pendidikan, ekonomi, hukum, serta demokrasi.

Perkembangan aksi dan tanggapan pemerintah terhadap tuntutan yang disampaikan menjadi hal penting untuk terus dipantau. Aspirasi publik pada akhirnya perlu ditanggapi melalui dialog, keterbukaan, dan mekanisme demokrasi yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *