OPERASI BADAI KASUARI 3.12 DI MAYBRAT, SATGAS GOBANG VII MARINIR TEMUKAN DUA SENJATA API

0
1792318610341

PAPUA BARAT DAYA – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir atau Satgas Gobang VII kembali menemukan senjata api dalam rangkaian Operasi Badai Kasuari 3.12 di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Dalam operasi yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 tersebut, tim gabungan dilaporkan menemukan dan mengamankan dua pucuk senjata api, terdiri atas satu senjata organik TNI dan satu senjata rakitan, beserta sejumlah amunisi dan perlengkapan lainnya.

Operasi ini dilaksanakan oleh Satgas Gobang VII di bawah pimpinan Letkol Marinir Laili Nugroho bersama unsur satuan TNI lainnya. Informasi tersebut disampaikan Dinas Penerangan Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada 18 Oktober 2026.

Senjata Organik Ditemukan di Kawasan Ayata

Pada Jumat (16/10/2026), Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir dilaporkan menemukan satu pucuk senjata api organik jenis Caracal di sebuah gua di kawasan Ayata.

Selain senjata tersebut, prajurit juga mengamankan satu magazen, 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta satu perangkat pembidik red dot sight.

Penemuan tersebut merupakan bagian dari pengembangan informasi dan penyisiran lanjutan setelah terjadinya kontak tembak dengan kelompok bersenjata di wilayah operasi.

Senjata Rakitan Ditemukan di Hutan Sory

Penyisiran berlanjut pada Sabtu (17/10/2026). Tim gabungan menemukan satu pucuk senjata api rakitan di kawasan Hutan Sory.

Di lokasi tersebut, personel juga menemukan dua magazen, dua butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, bendera Bintang Kejora, perangkat dokumentasi, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Temuan-temuan tersebut kemudian diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Senjata Milik Marinir yang Sebelumnya Dirampas

Pada hari yang sama, tim gabungan kembali menemukan satu pucuk senjata api organik jenis K3 Daewoo di kawasan Sungai Kamundan.

Berdasarkan keterangan Dispen Korps Marinir, senjata jenis Caracal dan K3 Daewoo tersebut merupakan senjata milik Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir yang sebelumnya dirampas dalam peristiwa penyerangan di TK Sory pada 22 Maret 2026.

Penemuan kedua senjata tersebut menjadi bagian dari upaya satuan TNI untuk menelusuri keberadaan perlengkapan militer yang hilang dalam insiden sebelumnya.

Operasi Berlanjut dengan Pengamanan Wilayah

Keberhasilan penyisiran ini disebut merupakan hasil pengembangan informasi serta koordinasi antarsatuan dalam Operasi Badai Kasuari 3.12.

Pengamanan senjata dan perlengkapan yang ditemukan diharapkan dapat mendukung proses penanganan situasi keamanan di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya.

Dalam pelaksanaan operasi keamanan, perlindungan masyarakat sipil dan kepatuhan terhadap hukum tetap menjadi aspek penting. Informasi mengenai perkembangan operasi selanjutnya menunggu keterangan resmi dari pihak TNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *