Kapolda Jabar Ajak Warga Aktifkan Siskamling dan Lindungi Generasi Muda dari Narkoba hingga Judi Online

0
1792201117948-1

BANDUNG, JAWA BARAT — Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat Kapolda Jawa Barat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Raya Al-Jabbar, Jumat (16/10/2026), bersama para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jemaah.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengajak warga memperkuat komunikasi dengan aparat kepolisian, menjaga keharmonisan sosial, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai langkah bersama untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah gangguan keamanan sejak dini. Kepedulian terhadap lingkungan juga diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

Kapolda turut menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap pengaduan, adil dalam bertindak, terbuka terhadap masukan, serta adaptif terhadap kebutuhan warga.

Keluarga Berperan Melindungi Generasi Muda

Selain mengajak masyarakat menjaga keamanan lingkungan, Kapolda Jawa Barat mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi penyalahgunaan narkoba, tawuran, perundungan atau bullying, perjudian daring atau judi online, hingga penipuan digital.

Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, memberikan pendampingan, serta meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas di ruang digital.

Upaya pencegahan tersebut membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum agar generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Masyarakat Diimbau Tidak Mudah Terprovokasi

Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Warga diimbau untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya dan menyerahkan penanganan pelanggaran hukum kepada pihak berwenang. Tindakan main hakim sendiri harus dihindari karena dapat memperkeruh keadaan dan menimbulkan persoalan hukum baru.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, hubungan antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan semakin erat. Komunikasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat kepercayaan, serta mencari solusi atas persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.

Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat, tetapi juga pada kuatnya persatuan, kepedulian sosial, dan kepercayaan antara masyarakat dengan institusi kepolisian.

Dengan sinergi yang semakin kuat, Jawa Barat diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, damai, harmonis, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *