Kasum TNI Pimpin Rakor Penanganan Karhutla dan Optimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca

0
1792089970679

JAKARTA TIMUR — Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Ruang Rapat Kasum TNI, Gedung Soedirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/10/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pertemuan ini menjadi forum koordinasi lintas instansi untuk membahas langkah strategis dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengoptimalkan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu upaya mitigasi bencana.

Salah satu hal yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penggunaan dry ice atau es kering sebagai salah satu bahan dalam proses modifikasi cuaca. Penerapan teknologi tersebut memerlukan kajian teknis dan koordinasi dengan lembaga terkait agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi atmosfer serta kebutuhan di lapangan.

Sinergi antara TNI, kementerian, dan lembaga terkait dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan Karhutla secara terpadu, efektif, dan tepat sasaran.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah di antara para pemangku kepentingan dalam mengantisipasi potensi kebakaran, memperkuat respons penanganan, serta mendukung upaya mitigasi di wilayah rawan Karhutla.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemantauan kondisi cuaca, kesiapsiagaan personel, hingga penerapan langkah mitigasi yang disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Upaya terpadu tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat, mengurangi kerusakan lingkungan, serta melindungi kawasan hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.

Koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sumber: Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *