AS dan China Berebut Akses Mineral Strategis di Mrima Hill Kenya, Kawasan Sakral Bernilai Fantastis

0
1790622643266-1

NAIROBI — Persaingan Amerika Serikat (AS) dan China untuk mendapatkan akses terhadap mineral strategis kembali mencuat di Afrika. Kali ini, perhatian tertuju pada Mrima Hill di pesisir Kenya, kawasan yang diketahui memiliki kandungan mineral tanah jarang (rare earth elements) dan niobium.

Mrima Hill berada sekitar 65 kilometer barat daya Mombasa, menghadap Samudra Hindia. Selain memiliki potensi mineral strategis, kawasan tersebut juga mempunyai nilai budaya dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Niobium merupakan logam yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan baja sekaligus membuat material menjadi lebih ringan. Sementara mineral tanah jarang digunakan dalam berbagai sektor teknologi modern, termasuk elektronik, energi, kendaraan listrik, industri manufaktur dan sejumlah teknologi pertahanan.

Pemerintah Kenya membuka tender internasional pada Maret 2026 untuk memilih perusahaan yang akan mengembangkan deposit mineral di Mrima Hill. Dalam dokumen pemerintah Kenya, proyek tersebut mencakup pengembangan niobium, unsur tanah jarang, serta mineral lainnya di Kwale County.

Menurut laporan South China Morning Post pada 27 September 2026, proses tender tersebut kini menyisakan enam kandidat. Jumlah tersebut menyusut dari 13 kelompok yang sebelumnya menyatakan ketertarikan.

Dari enam kandidat yang tersisa, dua di antaranya merupakan perusahaan atau kelompok yang berasal dari China. Sementara itu, pejabat Amerika Serikat menyebut dua konsorsium yang dipimpin pihak AS juga ikut dalam proses tender untuk mendapatkan hak pengembangan Mrima Hill.

Salah satu konsorsium yang diketahui ikut dalam proses tersebut adalah Mrima Earth Limited yang dipimpin Critical Metals Corp. Perusahaan yang tercatat di bursa New York tersebut sebelumnya menyatakan bahwa konsorsiumnya telah maju ke tahap lanjutan dalam proses tender pemerintah Kenya.

Persaingan tersebut menunjukkan meningkatnya nilai strategis mineral kritis di tengah kebutuhan berbagai negara untuk mengamankan rantai pasokan mineral yang digunakan dalam industri teknologi dan manufaktur modern.

Namun, rencana pengembangan Mrima Hill tidak hanya menghadapi persoalan bisnis dan geopolitik.

Kawasan tersebut merupakan Kaya, yaitu hutan sakral dan situs leluhur masyarakat Digo, salah satu kelompok masyarakat pesisir yang termasuk dalam komunitas Mijikenda yang terdiri dari sembilan kelompok.

Karena nilai sejarah dan spiritualnya, rencana pertambangan di kawasan tersebut telah mendapatkan perhatian dan penolakan dari sebagian masyarakat setempat.

Warga sebelumnya menyuarakan kekhawatiran bahwa aktivitas pertambangan dapat merusak kawasan sakral, mengganggu habitat satwa, mengancam lahan pertanian, membatasi akses masyarakat terhadap sumber daya hutan, serta berpotensi menyebabkan penggusuran.

Pemerintah Kenya kini berada di tengah kepentingan yang saling berhadapan: mengembangkan potensi mineral strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi nasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap lingkungan dan hak masyarakat lokal.

Nilai sekitar US$62,4 miliar atau lebih dari Rp1 kuadriliun yang sering dikaitkan dengan kandungan mineral Mrima Hill perlu dipahami sebagai estimasi nilai potensi mineral, bukan nilai kontrak atau keuntungan pasti dari proyek pertambangan tersebut.

Dengan enam kandidat yang masih bersaing, keputusan mengenai siapa yang akan mendapatkan hak pengembangan Mrima Hill berpotensi menjadi perhatian internasional.

Bagi Kenya, proyek ini menyangkut peluang membangun industri mineral bernilai tambah di dalam negeri. Bagi AS dan China, Mrima Hill menjadi bagian dari persaingan memperoleh akses terhadap mineral kritis.

Sementara bagi masyarakat Digo dan komunitas sekitar, persoalannya menyentuh hal yang lebih mendasar: bagaimana kekayaan alam dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan hutan sakral, lingkungan hidup, warisan leluhur, serta hak masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *