BKSAP DPR RI Serap Masukan Akademisi UI, Perkuat Diplomasi Parlemen untuk Reformasi PBB

0
1790562128327

DEPOK — Diplomasi parlemen Indonesia tidak hanya berlangsung melalui forum internasional. Masukan dari masyarakat dan kalangan akademisi juga menjadi bagian penting dalam memperkaya perspektif Indonesia sebelum dibawa ke panggung diplomasi global.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan BKSAP Day yang digelar Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama sivitas akademika Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BKSAP menyerap berbagai pandangan akademisi terkait agenda reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus membahas peran diplomasi parlemen Indonesia dalam merespons perkembangan dan tantangan global.

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo mengatakan, dialog dengan sivitas akademika menjadi ruang untuk memperoleh perspektif yang beragam, mulai dari pendekatan normatif hingga gagasan baru mengenai reformasi PBB.

Menurut Bramantyo, keterlibatan masyarakat dan akademisi penting agar diplomasi parlemen tidak berjalan secara eksklusif di lingkungan elite, melainkan mendapatkan masukan dari berbagai kelompok di masyarakat.

BKSAP juga tengah mempersiapkan kehadiran delegasi Indonesia dalam Sidang ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang akan berlangsung di Arusha, Tanzania, pada 5–9 Oktober 2026. Salah satu agenda dalam forum tersebut berkaitan dengan United Nations Affairs, termasuk pembahasan mengenai peninjauan Piagam PBB.

Dalam dialog di UI, berbagai gagasan yang disampaikan akademisi masih akan dikaji oleh BKSAP untuk melihat masukan yang dapat ditindaklanjuti dalam agenda diplomasi parlemen Indonesia.

Bramantyo menyebut salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya konsistensi dalam menyuarakan reformasi sistem internasional agar lebih memberikan ruang kepada berbagai negara dan mampu menghadapi tantangan global.

Menurutnya, proses reformasi PBB bukan persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, gagasan mengenai perubahan sistem internasional tetap perlu dibicarakan dan diperjuangkan melalui forum-forum yang tersedia.

Dialog antara parlemen dan akademisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa diplomasi parlemen dapat menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif kelembagaan dengan kajian ilmiah serta pandangan masyarakat.

Masukan yang berasal dari lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi BKSAP ketika menjalankan fungsi diplomasi parlemen pada forum internasional.

Sebelumnya, BKSAP juga melakukan kegiatan serupa dengan kalangan akademisi dalam pembahasan isu hak asasi manusia. Dalam forum di Universitas Jember, BKSAP menekankan pentingnya kolaborasi parlemen, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat kualitas kebijakan serta diplomasi parlemen.

Melalui rangkaian BKSAP Day, ruang akademik menjadi salah satu sumber masukan bagi parlemen dalam memahami persoalan internasional dari perspektif yang lebih luas.

Dari ruang diskusi kampus hingga forum parlemen dunia, gagasan mengenai kepentingan Indonesia kemudian dipersiapkan untuk dibawa dalam diplomasi parlemen di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *