90 Personel Gabungan Dikerahkan ke Taman Nasional Berbak, Kapolda Jambi Tekankan Keselamatan dan Sinergi

0
1792316786948-1

JAMBI — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Sebanyak 90 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan Manggala Agni dikerahkan untuk memperkuat pemadaman di kawasan Taman Nasional Berbak, terutama pada titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pengerahan personel tersebut ditandai dengan apel pelepasan personel penebalan Satuan Tugas (Satgas) Darat Karhutla melalui jalur udara di Posko Udara Karhutla Provinsi Jambi, Minggu (18/10/2026).

Apel dipimpin Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dan diikuti Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M.

Pengerahan melalui jalur udara dilakukan untuk mendukung mobilisasi personel menuju kawasan yang memiliki akses terbatas. Langkah ini diharapkan memperkuat upaya pemadaman dan membantu petugas menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Kapolda Jambi Tekankan Sinergi dan Kewaspadaan

Kapolda Jambi menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antarpersonel dalam menjalankan tugas penanganan karhutla. Kerja sama lintas instansi dinilai penting agar upaya pemadaman berjalan efektif dan respons terhadap perkembangan titik api dapat dilakukan dengan cepat.

Selain koordinasi, keselamatan dan kesehatan personel juga menjadi perhatian utama. Kondisi lapangan yang menantang menuntut setiap petugas menjaga kesiapan fisik, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan komunikasi tetap berjalan selama bertugas.

Komunikasi yang baik di lapangan diperlukan untuk mendukung koordinasi pergerakan personel, pemantauan kondisi kebakaran, dan penentuan langkah penanganan sesuai situasi terkini.

Fokus Pemadaman di Kawasan Taman Nasional Berbak

Kawasan Taman Nasional Berbak menjadi salah satu fokus penanganan karena terdapat titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan mobilisasi personel dan koordinasi lintas instansi agar upaya pemadaman dapat dilaksanakan secara optimal.

Kehadiran personel gabungan diharapkan dapat memperkuat upaya pengendalian kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain. Penanganan karhutla juga membutuhkan pemantauan berkelanjutan, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Melalui pengerahan 90 personel tersebut, pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait berupaya memperkuat penanganan karhutla di Jambi.

Sinergi petugas di lapangan diharapkan mampu menekan penyebaran api, melindungi kawasan hutan, serta mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *