Sindrom Rapunzel: Gadis 13 Tahun Jalani Operasi Setelah Lambung Dipenuhi Gumpalan Rambut Raksasa

0
1781588821827-1

JAKARTA – Sebuah kasus medis langka kembali menjadi perhatian dunia kesehatan setelah seorang gadis berusia 13 tahun harus menjalani operasi besar akibat lambungnya dipenuhi gumpalan rambut raksasa yang terbentuk dari kebiasaan memakan rambutnya sendiri.

Kasus yang dipublikasikan dalam jurnal medis International Journal of Trichology tersebut mengungkap bagaimana kebiasaan yang tampak sepele dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam kesehatan jika tidak ditangani sejak dini.

Pasien awalnya datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri perut yang telah berlangsung selama sekitar lima bulan. Dalam beberapa minggu sebelum mendapatkan penanganan medis, kondisinya semakin memburuk. Ia mengalami mual, muntah, mudah lelah, serta anemia akibat kekurangan zat besi.

Saat dilakukan pemeriksaan fisik, dokter menemukan adanya benjolan keras di bagian atas perut. Temuan tersebut mendorong tim medis melakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan endoskopi.

Hasil pemeriksaan mengejutkan. Hampir seluruh rongga lambung pasien ternyata dipenuhi oleh gumpalan rambut berukuran sangat besar yang telah menumpuk dalam waktu lama.

Setelah dilakukan wawancara mendalam, gadis tersebut mengaku memiliki kebiasaan mencabut rambutnya sendiri dan kemudian memakannya selama kurang lebih sepuluh bulan. Dalam dunia medis, kondisi mencabut rambut secara kompulsif dikenal sebagai trikotilomania, sedangkan kebiasaan memakan rambut disebut trikofagia.

Karena rambut manusia tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan, rambut yang tertelan akan terus menumpuk di dalam lambung. Seiring waktu, tumpukan tersebut membentuk massa padat yang dikenal sebagai trikobezoar.

Tim dokter juga menemukan bahwa pasien mengalami gangguan kecemasan yang cukup berat. Oleh karena itu, sebelum tindakan operasi dilakukan, pasien terlebih dahulu mendapatkan terapi psikologis dan pengobatan dari tim psikiatri guna menstabilkan kondisi mentalnya.

Setelah dinyatakan siap menjalani operasi, dokter melakukan pembedahan untuk mengangkat massa rambut tersebut.

Operasi berjalan sukses. Tim bedah berhasil mengeluarkan gumpalan rambut berukuran sangat besar dalam satu bagian utuh. Massa tersebut mengikuti bentuk lambung dan memanjang hingga ke usus dua belas jari.

Kondisi langka ini dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Sindrom Rapunzel, yaitu keadaan ketika trikobezoar memiliki “ekor” yang memanjang dari lambung ke saluran pencernaan bagian bawah. Nama sindrom tersebut diambil dari tokoh dongeng Rapunzel yang terkenal memiliki rambut sangat panjang.

Menurut para ahli, Sindrom Rapunzel merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi, namun dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul antara lain penyumbatan usus, perdarahan saluran cerna, malnutrisi, hingga perforasi atau robekan pada lambung dan usus.

Beruntung, pasien dalam kasus ini berhasil melewati masa pemulihan tanpa komplikasi berarti. Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia diperbolehkan pulang dan melanjutkan pendampingan psikiatri untuk mencegah kebiasaan tersebut terulang kembali.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa gangguan kesehatan mental dan perilaku kompulsif tidak boleh dianggap remeh. Deteksi dini, dukungan keluarga, serta penanganan medis yang tepat dapat mencegah munculnya komplikasi serius yang membahayakan nyawa.

Sumber: Karayagmurlu A. Rapunzel Syndrome Case Report: A 13-Year-Old Girl. International Journal of Trichology, 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *