Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII, Panglima TNI Hadiri Upacara

0
IMG-20260731-WA0041

JATINANGOR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda (PPM) Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Sebanyak 1.204 lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan dilantik dalam upacara tersebut. Mereka terdiri atas 728 pamong praja putra dan 476 pamong praja putri yang selanjutnya dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengabdian sebagai aparatur pemerintahan di berbagai wilayah Indonesia.

Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pelatihan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Prabowo Tekankan Integritas dan Pengabdian

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII yang telah resmi dilantik.

“Hari ini tentunya hari yang istimewa bagi saudara-saudara. Saya atas nama pemerintah Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan rakyat Indonesia, dan atas nama pribadi, ucapkan selamat kepada seluruh Pamong Praja Muda yang hari ini resmi dilantik,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa para Pamong Praja Muda telah memilih jalan pengabdian sebagai aparatur pemerintahan. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari tugas pengabdian.

Para lulusan juga diharapkan menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penting karena para Pamong Praja Muda akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan pemerintahan dan pelayanan publik di daerah. Mereka dituntut tidak hanya memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.

Panglima TNI Hadiri Pelantikan PPM IPDN

Upacara pelantikan turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pejabat TNI-Polri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga hadir dalam rangkaian upacara pelantikan tersebut.

Kehadiran jajaran TNI-Polri dan unsur pemerintahan dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.

Sinergi antara aparatur pemerintahan dan unsur pertahanan serta keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan di berbagai daerah.

Pamong Praja Muda Dipersiapkan Mengabdi di Daerah

Setelah dilantik, para Pamong Praja Muda diharapkan mampu menjadi bagian dari aparatur pemerintahan yang profesional dan berintegritas.

Mereka diproyeksikan untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan di daerah masing-masing.

Tantangan pemerintahan daerah ke depan semakin kompleks. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga tuntutan transparansi pemerintahan membutuhkan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sekaligus memiliki integritas kuat.

Karena itu, lulusan IPDN diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak pelayanan publik dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pelantikan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII menjadi awal perjalanan pengabdian mereka sebagai aparatur pemerintahan.

Dengan bekal pendidikan dan pelatihan yang telah ditempuh, para lulusan diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah, menjaga kepercayaan publik, serta memberikan pelayanan yang profesional dan berkeadilan.

Pada akhirnya, kualitas pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat, tetapi juga oleh kualitas aparatur yang menjalankannya. Karena itu, integritas, profesionalisme, disiplin, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat menjadi fondasi penting bagi para Pamong Praja Muda dalam menjalankan tugas pengabdian di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *