Prabowo Tegas Soal Narasi Pesimisme: “Mau Kabur ke Yaman, Silakan”
SOROTAN PUBLIK — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato bernada tegas saat meresmikan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap. Dalam sambutannya, Presiden menyoroti maraknya narasi pesimisme yang dinilai tidak mencerminkan kondisi objektif Indonesia.
Di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih serta para undangan, Presiden menyinggung adanya pihak-pihak yang dinilai kerap menggiring opini publik dengan gambaran suram terhadap masa depan bangsa.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus bekerja memperkuat ekonomi nasional melalui program hilirisasi serta menjaga stabilitas negara.
“Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan. Kabur aja deh,” ujar Presiden.
“Iya, kabur aja biar kita enggak gaduh. Apa pun terjadi, kita hanya mau kerja untuk rakyat,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Presiden terhadap kritik yang dinilai tidak bersifat konstruktif. Ia juga mengajak kalangan intelektual dan profesional agar melihat kondisi bangsa berdasarkan data dan fakta, termasuk posisi Indonesia yang dinilai semakin stabil dan aman di tengah dinamika global.
Presiden menekankan bahwa kecerdasan dan kemampuan intelektual harus disertai tanggung jawab moral untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Para teknokrat, akademisi, hingga insinyur diharapkan dapat memanfaatkan ilmu dan keahliannya demi memperkuat kepentingan nasional.
Peresmian proyek hilirisasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Presiden menegaskan bahwa pembangunan akan terus berjalan dengan semangat optimisme dan kerja nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sumber: Sekretariat Presiden
