Prabowo Dorong Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Target 100 Ribu Sekolah Diperbaiki pada 2027

0
1786784956826-1

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong pembelajaran bahasa asing mulai diterapkan sejak jenjang sekolah dasar (SD), bahkan sejak kelas 1. Menurut Prabowo, penguasaan bahasa asing penting untuk membuka akses pendidikan dan peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut sejumlah bahasa asing yang dinilai penting untuk diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Bahasa tersebut antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.

Prabowo menilai masa kanak-kanak merupakan periode yang baik untuk mempelajari bahasa asing. Menurutnya, anak-anak cenderung lebih cepat menyerap kemampuan bahasa pada usia sebelum 11 hingga 12 tahun.

Bahasa Asing untuk Perluas Peluang Generasi Muda

Dorongan pembelajaran bahasa asing sejak sekolah dasar disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kemampuan berbahasa asing diharapkan dapat membantu generasi muda mengakses berbagai sumber pengetahuan, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berinteraksi dalam lingkungan global.

Dengan penguasaan bahasa yang lebih baik sejak usia dini, anak-anak Indonesia diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Pemerintah Percepat Perbaikan Sekolah

Selain menyoroti kemampuan bahasa asing, Prabowo juga menyampaikan perkembangan perbaikan fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga 2026, pemerintah disebut telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah, termasuk sekolah yang berada di wilayah terluar dan terpencil.

Pemerintah menargetkan perbaikan mencapai 100.000 sekolah pada 2027. Selanjutnya, renovasi seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga pesantren ditargetkan rampung pada 2029.

Perbaikan sarana pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memastikan peserta didik di berbagai daerah mendapatkan fasilitas belajar yang lebih layak.

Kebijakan pendidikan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penguatan kemampuan bahasa asing sejak usia dini.

Dengan demikian, pembangunan pendidikan tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *