MULAI MEMANAS! POLISI BUBARKAN MASSA PATI DAN OJOL YANG BERTAHAN HINGGA MALAM DI DEPAN DPR
SOROTAN PUBLIK — Situasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, memanas pada Rabu (26/8/2026) malam setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama sejumlah pengemudi ojek online (ojol) tetap bertahan di lokasi hingga melewati batas waktu penyampaian pendapat.
Pembubaran mulai dilakukan sekitar pukul 18.35 WIB, setelah batas waktu penyampaian pendapat yang ditetapkan hingga pukul 18.00 WIB terlewati. Aparat kepolisian bersama Satpol PP kemudian bergerak untuk meminta massa meninggalkan kawasan depan gedung parlemen.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo memimpin langsung proses pembubaran. Personel kepolisian dan Satpol PP membentuk barisan di depan gerbang utama Gedung DPR RI.
Melalui pengeras suara, Dhimas meminta peserta aksi membubarkan diri dengan alasan waktu penyampaian pendapat telah berakhir.
Polisi Bergerak Mendekati Massa
Setelah imbauan disampaikan, barisan personel kepolisian yang mengenakan perlengkapan pengamanan bergerak perlahan mendekati massa.
Pada saat bersamaan, sejumlah personel berpakaian sipil mencopot spanduk yang dipasang massa di sekitar gerbang utama DPR RI. Pencopotan tersebut mendapat protes dari sejumlah peserta aksi yang keberatan dengan tindakan aparat.
Situasi kemudian semakin tegang ketika massa yang didominasi warga Pati dan pengemudi ojol bergerak maju untuk menahan barisan polisi.
Dhimas kemudian menginstruksikan personel berpakaian sipil untuk mengidentifikasi peserta aksi yang dinilai memprovokasi atau menolak membubarkan diri. Satpol PP juga diperintahkan menarik sejumlah sepeda motor yang tidak diketahui pemiliknya dari lokasi.
Massa Sempat Bernegosiasi dengan Polisi
Sejumlah peserta aksi sempat melakukan negosiasi dengan aparat dan meminta agar tetap diperbolehkan bertahan di depan Gedung DPR RI.
Namun, aparat tetap meminta massa meninggalkan lokasi dengan alasan batas waktu penyampaian pendapat telah berakhir.
Pembubaran tersebut berlangsung sehari menjelang aksi demonstrasi yang dijadwalkan digelar AMPB bersama sejumlah elemen massa lainnya pada Kamis (27/8/2026).
Perkembangan situasi di sekitar Gedung DPR RI menjadi perhatian karena aksi lanjutan telah dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Kondisi di lapangan juga menunjukkan pentingnya pengamanan dan komunikasi antara aparat dengan peserta aksi agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung sesuai ketentuan dan situasi tetap terkendali.
