Menteri Investasi Rosan Temui Takeda, Bahas Percepatan Investasi Bioplasma di Indonesia
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani bertemu dengan jajaran perusahaan biofarmasi asal Jepang, Takeda, untuk membahas perkembangan investasi di sektor bioplasma di Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta pada Kamis (6/8).
Pertemuan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kerja sama strategis dengan pelaku industri biofarmasi global sekaligus mendorong pengembangan industri plasma di dalam negeri.
Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan jaringan bank plasma yang dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri plasma nasional. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan baku plasma secara lebih terintegrasi untuk pengembangan produk kesehatan.
Investasi Takeda juga ditempatkan dalam agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Pengembangan industri plasma di dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menyediakan produk berbasis plasma sekaligus memperkuat rantai pasok sektor kesehatan.
Dorong Hilirisasi Industri Biofarmasi
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global asal Jepang yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan produksi berbagai produk berbasis plasma.
Kerja sama dengan perusahaan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kesehatan Indonesia. Pemerintah mendorong agar investasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga memperkuat kemampuan industri nasional melalui transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok.
Pengembangan industri bioplasma juga sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah. Pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri dinilai dapat memperkuat struktur industri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Jaringan bank plasma menjadi salah satu komponen penting dalam ekosistem tersebut. Pengelolaan plasma yang terintegrasi dan memenuhi standar diperlukan untuk mendukung keberlanjutan industri serta memastikan ketersediaan bahan baku bagi pengembangan produk biofarmasi.
Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Pemerintah berharap pengembangan investasi bioplasma dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor kesehatan Indonesia. Selain memperkuat kapasitas industri dalam negeri, investasi tersebut berpotensi membuka ruang bagi pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, dan kolaborasi yang lebih luas dengan perusahaan biofarmasi internasional.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan terus mendorong serta memfasilitasi investasi strategis yang dinilai memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.
Kerja sama pemerintah dengan Takeda juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek industri kesehatan Indonesia. Pengembangan sektor biofarmasi yang didukung investasi, teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu langkah penting menuju sistem kesehatan nasional yang lebih tangguh.
Percepatan investasi bioplasma di Indonesia pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional.
