Lewat Gurindam Dua Belas, Menko Polkam Djamari Chaniago Dorong Pasis SeskoAD Jadi Pemimpin Teladan dan Adil kepada Rakyat

0
1787243932404

BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengajak para Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVIII SeskoAD mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, mampu memberikan keteladanan, serta menjunjung tinggi keadilan bagi rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Djamari saat memberikan pembekalan dalam Kuliah Umum Pasis Dikreg LXVIII SeskoAD Tahun Anggaran 2026 di Bandung, Kamis (20/8/2026). Dalam kesempatan itu, ia menggunakan nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji sebagai salah satu pijakan untuk menyampaikan pesan kepemimpinan.

Pemimpin Harus Antisipatif dan Berintegritas

Djamari menekankan bahwa perubahan lingkungan strategis yang semakin kompleks menuntut calon pemimpin TNI memiliki kemampuan membaca perkembangan situasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman.

Menurutnya, pemimpin masa depan tidak cukup hanya bertindak setelah persoalan muncul. Seorang pemimpin harus mampu membaca indikator awal, memahami arah perubahan, memperkirakan eskalasi, serta menyiapkan sejumlah alternatif tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi krisis.

“Pemimpin masa depan harus bergerak dari reaktif menjadi antisipatif. Harus mampu membaca indikator awal, memahami arah perubahan, memperkirakan eskalasi dan menyiapkan beberapa alternatif tindakan sebelum ancaman berkembang menjadi krisis,” tegas Djamari.

Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi tidak berarti menghilangkan ketegasan maupun prinsip. Adaptasi justru diperlukan agar seorang pemimpin mampu menyesuaikan cara dan metode bertindak tanpa kehilangan tujuan strategis, disiplin, kesatuan komando, serta kepentingan nasional.

Djamari juga menempatkan pendidikan sebagai investasi penting dalam pembangunan postur TNI. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan kekuatan sebuah organisasi.

Karena itu, personel yang ditugaskan di lembaga pendidikan TNI harus berasal dari orang-orang terbaik yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta kemampuan untuk membentuk generasi pemimpin TNI di masa mendatang.

Jabatan Tidak Boleh Diperoleh dengan Kolusi

Selain kemampuan dan kompetensi, Djamari memberikan penekanan khusus terhadap integritas dan disiplin. Ia mengingatkan para Pasis agar tidak menganggap jabatan sebagai sesuatu yang dapat diperoleh melalui pembayaran, kolusi, maupun praktik jual beli jabatan.

Seorang perwira, kata dia, harus mampu mengesampingkan kepentingan pribadi ketika kepentingan organisasi dan negara membutuhkan pengorbanan.

“Saudara adalah calon pemimpin TNI dan sekaligus bagian dari kepemimpinan nasional masa depan. Karena itu, integritas, moralitas, kapabilitas dan kejujuran harus menjadi fondasi kepemimpinan Saudara. Kebohongan akan berjalan cepat, namun kejujuran dan kebenaran pasti akan sampai tujuan,” ujar Djamari.

Ia menegaskan, keteladanan harus dimulai dari diri sendiri. Sikap, perilaku, disiplin, dan kepatuhan seorang komandan akan menjadi contoh yang menentukan kualitas prajurit dan satuan yang dipimpinnya.

Gurindam Dua Belas dan Tantangan Medan Digital

Pesan mengenai kepemimpinan dan keadilan kemudian diperkuat Djamari melalui pembacaan Gurindam Dua Belas Pasal 12 karya Raja Ali Haji.

Gurindam tersebut memuat berbagai nilai mengenai hubungan antara pemimpin dan rakyat, musyawarah, keadilan, penghormatan terhadap ilmu, serta pengabdian.

Salah satu bait yang dibacakan berbunyi, “Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh ‘inayat.”

Melalui pesan tersebut, para Pasis diajak menjadi pemimpin yang berpihak pada kebenaran, menegakkan keadilan, serta mengutamakan kepentingan rakyat dalam menjalankan amanah.

Di tengah perubahan karakter ancaman, Djamari juga mengingatkan bahwa medan yang harus dikuasai para perwira kini tidak hanya berada di ruang fisik, tetapi juga ruang digital.

Ia mengibaratkan “Padang Kurusetra”, atau medan pertempuran pada era sekarang, telah bergeser ke medan digital. Karena itu, para perwira dituntut menguasai literasi digital dan keamanan siber, termasuk kemampuan memverifikasi informasi, mengenali konten manipulatif dan hoaks, serta menjaga keamanan data dan informasi strategis.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar para perwira mampu menghadapi perkembangan ancaman sekaligus menjadi teladan dalam menggunakan media sosial dan ikut memperkuat ketahanan informasi nasional.

Komandan SeskoAD Mayjen TNI Agustinus Purboyo menyampaikan apresiasi atas kesediaan Menko Polkam memberikan pembekalan kepada para Pasis.

Menurut Agustinus, pengalaman panjang Djamari pada berbagai tingkatan penugasan, mulai dari level taktis, operasional hingga strategis, dapat menjadi teladan bagi para Perwira Siswa dalam mempersiapkan diri sebagai pemimpin TNI masa depan.

“Beliau telah merasakan asam garam penugasan pada berbagai tingkatan dan memiliki integritas yang tinggi, yakni keselarasan antara kata dan perbuatan. Keteladanan dan pengalaman tersebut sangat dibutuhkan para Perwira Siswa sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin TNI di masa depan,” ujar Agustinus.

Sejumlah pejabat internal Kemenko Polkam turut mendampingi Menko Polkam dalam kegiatan tersebut, di antaranya Deputi I/Poldagri Kemenko Polkam Mayjen TNI (Purn.) Heri Wiranto, Deputi III/Hanneg Kesbang Kemenko Polkam Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, Staf Khusus Menko Polkam Mayjen TNI (Purn.) Turmargaban Rajagukguk dan H. Janmat Sembiring, Koorspri Menko Polkam Brigjen TNI Siagian Donald Meyer Baringin, serta Kabiro Humas dan Datin Brigjen TNI Honi Havana.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan calon pemimpin TNI agar memiliki kemampuan strategis, integritas, disiplin, serta kepedulian terhadap kepentingan rakyat dan negara di tengah perubahan lingkungan keamanan yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *