Kurikulum Merdeka 2026 Diperkuat Koding dan AI, Berlaku Nasional untuk Transformasi Pendidikan Indonesia
Jakarta – Pemerintah terus melakukan penguatan transformasi pendidikan nasional melalui penyempurnaan Kurikulum Merdeka 2026 yang dijadwalkan berlaku secara nasional. Kurikulum terbaru ini menekankan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan konsep esensial, serta peningkatan kompetensi digital peserta didik.
Salah satu perubahan penting dalam reformasi pendidikan 2026 adalah pengintegrasian pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai bagian dari pengembangan kemampuan teknologi bagi siswa. Langkah ini menjadi upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital.
Selain penguatan teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menerapkan pendekatan khusus melalui Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana bagi sekolah yang terdampak bencana.
Kurikulum tersebut dirancang secara bertahap sesuai kondisi pemulihan. Pada Fase Tanggap Darurat (0–3 bulan), pembelajaran difokuskan pada kebutuhan dasar siswa, seperti literasi, numerasi, kesehatan, keselamatan diri, serta dukungan psikososial.
Kemudian pada Fase Pemulihan Dini (3–12 bulan), sekolah mulai mengintegrasikan edukasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan dengan pembelajaran fleksibel dan asesmen transisi sesuai kondisi peserta didik.
Sementara pada Fase Pemulihan Lanjutan (1–3 tahun), pendidikan kebencanaan diarahkan menjadi bagian permanen dalam sistem pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang tangguh menghadapi risiko bencana.
Dalam pelaksanaan reformasi pendidikan 2026, guru juga mendapatkan penguatan kompetensi melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan profesional. Digitalisasi pembelajaran menjadi bagian penting agar proses belajar mengajar semakin adaptif dan sesuai kebutuhan siswa.
Integrasi teknologi dan AI diharapkan mampu mendukung pembelajaran yang lebih personal, meningkatkan kreativitas siswa, serta memperkuat kualitas pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Melalui Kurikulum Merdeka 2026, pemerintah menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan digital, daya inovasi, dan kesiapan menghadapi masa depan.
