Kerja Sama Indonesia–Tiongkok Didorong Jadi Proyek Konkret, dari Whoosh hingga Kawasan Industri Hijau

0
1789713374171

BEIJING — Setelah melakukan kunjungan ke Shanghai dan Zhejiang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melanjutkan agenda kunjungan ke Beijing, Tiongkok, untuk memenuhi undangan balasan dari Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga membahas perkembangan hubungan dan kerja sama ekonomi Indonesia–Tiongkok yang dinilai semakin bergerak dari tahap pembicaraan menuju implementasi proyek nyata.

Airlangga menceritakan kepada Wang Yi sejumlah hasil kunjungannya ke Shanghai dan Zhejiang, termasuk kerja sama di bidang pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy di Shanghai, pengembangan ekosistem lithium battery dan electric vehicle, serta kerja sama penelitian herbal medicine antara Zhejiang University dan Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) di kawasan Danau Toba.

Selain bertemu Wang Yi, Airlangga juga melakukan pertemuan dengan Chairman National Development and Reform Commission (NDRC) Zheng Shanjie. Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani Indonesia dan Tiongkok pada tahun sebelumnya.

Menurut Airlangga, MoU tersebut perlu diterjemahkan lebih lanjut ke dalam roadmap yang jelas dan proyek-proyek konkret. Sejumlah bidang yang dibahas antara lain pengembangan kereta cepat Whoosh, Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, Bali International Financial Centre, serta kerja sama riset dan pengembangan teknologi.

Dalam pertemuan dengan Wang Yi dan Zheng Shanjie, Airlangga juga menekankan pentingnya hubungan antarmanusia dalam membangun kepercayaan antarnegara.

Ia menyampaikan pandangan yang merujuk pada pepatah kuno Tiongkok bahwa hubungan antarnegara berakar pada kedekatan antarrakyatnya.

Karena itu, menurut Airlangga, berbagai kerja sama Indonesia–Tiongkok perlu diarahkan pada tujuan yang lebih luas, yakni investasi yang berpusat pada pembangunan manusia. Pendekatan tersebut disebutnya sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kunjungan ke Beijing kali ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono. Kehadiran unsur legislatif tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembahasan mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menyampaikan apresiasi atas perkembangan ekspor langsung durian Indonesia ke Tiongkok. Kerja sama tersebut disebut mulai memberikan dampak langsung kepada para petani durian Indonesia setelah pembicaraan mengenai akses pasar dilakukan di Chengdu pada Juli 2023.

Agenda kunjungan kemudian ditutup dengan penyampaian ucapan selamat merayakan Mid-Autumn Festival kepada Wang Yi, Zheng Shanjie, serta masyarakat dan sahabat Indonesia di Tiongkok.

Airlangga berharap momentum perayaan tersebut turut memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok sehingga kerja sama kedua negara semakin erat dan dapat memberikan manfaat serta kemakmuran bersama.

Dengan berbagai agenda tersebut, hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai perdagangan dan investasi, tetapi juga pada pengembangan teknologi, industri, riset, energi, serta sektor-sektor yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *