Kementan Kembali Raih Popular Government Institution Award 2026, Bukti Kepercayaan Publik Menguat

0
IMG-20260809-WA0031

Kementerian Pertanian (Kementan) kembali meraih penghargaan Popular Government Institution Award 2026 dalam ajang Indonesia Public Relations Summit yang diselenggarakan The Iconomics Media bersama Axia Research di Jakarta, Rabu (6/8).

Penghargaan tersebut menjadi yang kedua kalinya diterima Kementan setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2025. Capaian ini menjadi penanda konsistensi Kementan dalam membangun reputasi institusi sekaligus memperkuat komunikasi publik kepada masyarakat.

Popular Government Institution Award diberikan kepada institusi pemerintah yang dinilai berhasil membangun reputasi, kredibilitas, serta komunikasi publik yang efektif. Penilaian dilakukan melalui riset independen dan survei kuantitatif daring yang melibatkan sekitar 10.000 responden dari berbagai kelompok masyarakat.

Besarnya jumlah responden membuat penghargaan tersebut menjadi salah satu indikator persepsi publik terhadap kinerja dan komunikasi lembaga pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan penghargaan tersebut merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini adalah amanah untuk terus bekerja lebih baik. Kepercayaan publik hanya bisa dijaga dengan hasil yang nyata, pelayanan yang semakin baik, serta penyampaian informasi yang cepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami akan terus bekerja keras mengawal swasembada pangan demi kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Amran.

Kepercayaan Publik Jadi Modal Penting Kementan

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, Luthful Hakim, yang menerima penghargaan tersebut mengatakan capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian.

“Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya diterima Kementerian Pertanian. Kami bersyukur karena kepercayaan publik terus meningkat. Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, didukung strategi komunikasi publik yang baik serta penyampaian data dan informasi yang akurat, terbuka, dan cepat kepada masyarakat,” ujar Luthful.

Menurutnya, komunikasi publik yang efektif tidak dapat dipisahkan dari berbagai capaian sektor pertanian, termasuk peningkatan produksi pangan, penguatan ketahanan pangan, serta program-program yang memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun persepsi publik terhadap kinerja Kementan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah di sektor pertanian.

Penghargaan Berdasarkan Riset dan Persepsi Publik

Direktur Riset The Iconomics Media, Alex Mulya, menjelaskan bahwa penerima penghargaan dipilih melalui proses riset independen. Penilaian dilakukan berdasarkan persepsi publik terhadap reputasi institusi dengan sejumlah indikator, antara lain paparan media (exposure), pengaruh (influence), kreativitas komunikasi (creativity), serta reputasi institusi secara keseluruhan.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Prosesnya cukup panjang dan para pemenang dipilih bukan hanya oleh redaksi The Iconomics, tetapi juga oleh publik Indonesia melalui survei yang kami lakukan,” ujar Alex.

Dengan kembali menerima Popular Government Institution Award, Kementan menegaskan pentingnya komunikasi publik yang kredibel, transparan, cepat, dan berbasis pada kinerja nyata.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Kementan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Kepercayaan publik diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pencapaian sektor pertanian, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Ke depan, Kementan berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kinerja, transparansi informasi, serta pelayanan publik yang semakin responsif. Sinergi antara kinerja nyata dan komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam membangun institusi pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *