Kemensos Gandeng GoTo, Penyaluran Bansos Masuki Era Digital dengan Teknologi Pengenalan Wajah

0
Screenshot_20260616-095052

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik. Salah satu langkah terbaru dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) yang menggandeng GoTo untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran, cepat, dan efisien.

Melalui kolaborasi tersebut, proses verifikasi penerima manfaat akan memanfaatkan teknologi face recognition (pengenalan wajah) yang dilengkapi fitur liveness detection, sebuah sistem yang dirancang untuk memastikan bahwa orang yang melakukan verifikasi benar-benar merupakan penerima bantuan yang sah dan bukan identitas palsu atau rekayasa digital.

Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akurasi data penerima bantuan sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan dalam proses penyaluran bansos.

Pada tahap awal implementasi, sistem tersebut dirancang mampu mendukung hingga 5 juta proses verifikasi penerima manfaat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses validasi data sekaligus meningkatkan transparansi dalam distribusi bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Selain aspek verifikasi, kerja sama Kemensos dan GoTo juga membuka peluang penyaluran bantuan sosial melalui ekosistem pembayaran digital GoPay, sehingga masyarakat dapat menerima bantuan dengan lebih praktis, aman, dan efisien.

Transformasi digital ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat tata kelola bantuan sosial berbasis teknologi guna memastikan setiap bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kementerian Sosial juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memeriksa dan memperbarui data kepesertaan mereka melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos maupun melalui dinas sosial di daerah masing-masing.

Pembaruan data secara berkala dinilai penting untuk memastikan validitas informasi penerima manfaat serta mendukung efektivitas berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

Pengamat kebijakan publik menilai digitalisasi bansos merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era teknologi. Selain mempercepat proses administrasi, sistem digital juga dapat membantu mengurangi potensi kesalahan data dan memperkuat akuntabilitas penyaluran bantuan.

Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, inovasi digital dalam program bantuan sosial diharapkan mampu memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan bahwa bantuan negara dapat diterima secara tepat sasaran oleh warga yang berhak.

Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor teknologi nasional, Indonesia terus bergerak menuju sistem pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *