Kemenhub Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, 5 Tewas dan 41 Masih Hilang
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menyelidiki penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8). Kapal penumpang yang diketahui berlayar dari Surabaya menuju Makassar tersebut mengalami insiden kebakaran yang menyebabkan sejumlah penumpang dan awak kapal menjadi korban.
Berdasarkan data sementara, lima orang dilaporkan meninggal dunia, 225 orang berhasil diselamatkan, sementara 41 orang lainnya masih dalam pencarian hingga Minggu sore.
Insiden tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Informasi mengenai kejadian diterima oleh otoritas terkait sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian serta penyelamatan korban.
Penumpang Berusaha Menyelamatkan Diri
Berdasarkan laporan sementara, KM Mutiara Sentosa II membawa sekitar 250 penumpang dan awak kapal. Kebakaran dilaporkan melanda sebagian badan kapal sehingga para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan bertahan di bagian anjungan dan haluan kapal sambil menunggu bantuan.
Sejumlah penumpang kemudian dilaporkan terjun ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka selanjutnya dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Beberapa kapal dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan, di antaranya Kapal Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Transco Arafura, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, dan SC Aila XVII.
Tim SAR dari Kantor SAR Surabaya juga dikerahkan menuju lokasi untuk mendukung proses evakuasi dan pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Menhub Pantau Langsung Penanganan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertolak menuju Kabupaten Sumenep pada Minggu malam untuk memantau langsung penanganan insiden tersebut sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
Selain itu, Posko Terpadu disiapkan di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Posko tersebut menjadi salah satu pusat koordinasi penanganan korban yang berhasil dievakuasi serta penyampaian informasi kepada keluarga penumpang.
Kemenhub menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Investigasi akan dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran, termasuk kemungkinan adanya persoalan teknis maupun faktor lainnya.
Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tim SAR dan unsur terkait masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan belum ditemukan. Operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia.
Keluarga korban dan masyarakat diimbau memperoleh informasi melalui kanal resmi dan Posko Terpadu yang telah disiapkan pemerintah. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah berkomitmen melanjutkan proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban dapat ditemukan dan ditangani. Investigasi menyeluruh juga diharapkan dapat mengungkap penyebab insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
