Kapolri Ajak Jawara Banten Bersinergi Jaga Kamtibmas, Tjimande dan Debus Didorong Mendunia

0
1789975666468-1

SERANG — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak para jawara dan perguruan silat di Banten bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) sekaligus menghadiri Milad ke-3 PTBI di Kota Serang, Banten, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Walantaka dan turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, jajaran Forkopimda, pejabat Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pegiat dan perguruan seni budaya Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan bahwa kemampuan bela diri yang dimiliki para pendekar dan jawara harus diarahkan untuk membela kebenaran, melindungi masyarakat, serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolri menyebut para jawara dan perguruan silat memiliki posisi strategis di tengah masyarakat. Karena itu, kemampuan dan pengaruh sosial yang dimiliki para pendekar diharapkan menjadi bagian dari kekuatan sosial untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Yang namanya pendekar, yang namanya jawara selalu membela kebenaran, membela yang lemah, dan tentunya bersama-sama dengan Polri kita titip untuk sama-sama menjaga kamtibmas,” ujar Kapolri.

Balai Latihan Menjadi Ruang Bersama

Kapolri juga meminta Balai Latihan Seni Silat PTBI tidak hanya digunakan oleh satu organisasi, tetapi dapat menjadi ruang bersama bagi seluruh perguruan silat dan masyarakat.

Menurutnya, pesanggrahan bukan sekadar tempat latihan bela diri. Tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, berkumpul, mempererat silaturahmi, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bersama-sama.

“Pesanggrahan ini tidak hanya untuk PTBI sendiri, tetapi juga semua peguron boleh untuk menggunakan tempat ini dan masyarakat pun juga boleh menggunakan,” kata Sigit.

Kapolri juga mendorong agar padepokan pencak silat Tjimande dapat dibangun di setiap kabupaten di Banten. Keberadaan padepokan tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan generasi muda, pendidikan karakter, kegiatan sosial dan keagamaan, sekaligus sarana pelestarian budaya.

Tjimande dan Debus Didorong Berkembang

Selain aspek keamanan, Kapolri menaruh perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya khas Banten, khususnya pencak silat Tjimande dan seni budaya Debus.

Menurut Kapolri, budaya tersebut merupakan kekayaan masyarakat Banten yang harus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap Tjimande dan Debus tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga dapat diperkenalkan ke masyarakat internasional.

Kapolri bahkan mendorong agar kekayaan budaya tersebut dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan berpotensi menjadi sumber devisa bagi daerah.

Jawara dan Pendekar Diminta Menjaga Persatuan

Kapolri mengingatkan para pesilat dan jawara agar tidak menggunakan kemampuan bela diri untuk kesombongan, kekerasan, ataupun tindakan yang merugikan orang lain.

Kemampuan bela diri, menurutnya, harus ditempatkan sebagai sarana untuk melindungi masyarakat, membela kelompok yang lemah, serta membangun karakter dan persaudaraan.

Karena itu, kekompakan antarpengurus dan perguruan silat dinilai penting agar pencak silat tidak hanya berkembang sebagai seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan masyarakat dan pelestarian budaya.

Dengan sinergi antara Polri, para jawara, perguruan silat, pemerintah daerah dan masyarakat, keberadaan seni bela diri serta budaya lokal Banten diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap keamanan, persatuan dan kehidupan sosial masyarakat.

Balai Latihan Seni Silat PTBI pun diharapkan menjadi salah satu ruang yang mampu mempertemukan berbagai perguruan, generasi muda, pegiat budaya dan masyarakat untuk belajar, berlatih, berdiskusi serta menjaga warisan budaya Banten secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *