Hari Kedelapan Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 695,170 Ton Bantuan

0
1787479681228

JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki hari kedelapan pascabencana, ribuan personel TNI masih dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mendukung distribusi bantuan dan penanganan di sejumlah wilayah.

Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) mencatat hingga Sabtu (22/8/2026), sebanyak 5.832 personel telah dikerahkan dalam operasi penanganan bencana gempa NTT.

Selain mengerahkan personel, TNI juga mengoperasikan 27 unit alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung proses penanganan. Armada tersebut terdiri atas 21 pesawat, lima kapal perang Republik Indonesia (KRI), dan satu Kapal AD ADRI.

Hari Kedelapan, TNI Kembali Kirim 41,727 Ton Bantuan

Pada hari kedelapan pascagempa, TNI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak melalui jalur udara.

Sebanyak 41,727 ton bantuan dikirimkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah dikirimkan TNI hingga Sabtu mencapai 695,170 ton.

Distribusi bantuan melalui jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pengiriman logistik ke wilayah terdampak, terutama daerah yang membutuhkan dukungan segera.

TNI Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan tersebut, TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta berbagai instansi terkait.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan dampak gempa berjalan terpadu, mulai dari mobilisasi personel, distribusi bantuan, hingga dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Pengerahan ribuan personel dan puluhan alutsista menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah menangani dampak bencana serta membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Operasi penanganan bencana akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *