Gibran Kunjungi Ponpes Dalwa Pasuruan, Minta Doa untuk Prabowo dan Tinjau Pelatihan AI bagi Santri
PASURUAN, JAWA TIMUR — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (PP Dalwa) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran bersilaturahmi dengan para kiai sepuh, ibu nyai, serta jajaran pengasuh pesantren sekaligus memohon doa untuk Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Di hadapan para pengasuh pesantren, Gibran menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo selalu diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
“Mohon doa Kyai & Bu Nyai, semoga Bapak Presiden selalu diberikan kekuatan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa saat ini,” tutur Gibran.
Selain bersilaturahmi, Wakil Presiden juga meninjau pelaksanaan pelatihan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan robotik yang diperuntukkan bagi para santri serta tenaga pengajar di lingkungan PP Dalwa.
Program tersebut mendapat dukungan dari jajaran pengasuh pesantren yang memiliki lebih dari 20.000 santri. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi yang terus berkembang.
Gibran berharap para santri dan tenaga pengajar dapat terus meningkatkan kompetensi digital, termasuk dalam penguasaan teknologi AI dan robotik. Menurutnya, kemampuan tersebut penting untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Kunjungan tersebut juga diisi dengan pelaksanaan salat Jumat bersama para santri dan tenaga pengajar di Masjid Baitul Ghoffar. Setelah itu, Gibran berziarah ke makam pendiri PP Dalwa, Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun.
Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah dan kalangan pesantren, sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan pendidikan berbasis teknologi bagi para santri agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
