Cegah Karhutla, Pemprov Riau Kumpulkan Kades hingga Danramil untuk Deklarasi Larangan Bakar Lahan
PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengumpulkan kepala desa, camat, Kapolsek, Danramil, Babinsa hingga Dandim untuk memperkuat sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan mengingat kondisi cuaca ke depan diprediksi semakin berat. Dampak fenomena El Nino juga diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.
Karena itu, pemerintah daerah menilai sosialisasi dan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Pemprov Riau sebelumnya telah mengeluarkan maklumat mengenai larangan menebang pohon dan membakar lahan sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya karhutla.
Maklumat tersebut ditandatangani oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).
Kades hingga Aparat Kewilayahan Dikumpulkan
Pemprov Riau berencana mengumpulkan seluruh kepala desa dan camat bersama Kapolsek, Danramil, Babinsa serta Dandim di Kantor Gubernur Riau.
Pertemuan tersebut akan digunakan untuk menyampaikan kondisi dan perkembangan cuaca berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan hingga tingkat desa dan kecamatan, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.
Keterlibatan aparat kewilayahan juga dinilai penting karena mereka memiliki peran langsung dalam melakukan sosialisasi dan pengawasan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan karhutla.
Libatkan Pemerintah Pusat
Dalam agenda tersebut, Pemprov Riau berencana menghadirkan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), serta sejumlah narasumber terkait.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi menghadapi kondisi cuaca yang diperkirakan semakin menantang seiring penguatan fenomena El Nino.
Pemerintah daerah berharap seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat desa memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko karhutla dan langkah pencegahannya.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Riau untuk mengedepankan pencegahan, khususnya dengan memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Dengan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, lembaga adat, serta pemerintah pusat, penanganan karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan pencegahan sebelum kebakaran meluas.
Sumber: Cakaplah
