Bustami Zainudin Sebut Jokowi Layak Dijuluki “Bapak Infrastruktur Indonesia”
JAKARTA — Anggota DPD RI asal Lampung, Bustami Zainudin, menilai julukan “Bapak Infrastruktur Indonesia” yang disematkan kepada Joko Widodo (Jokowi) memiliki dasar yang dapat dilihat dari berbagai pembangunan infrastruktur selama dua periode pemerintahannya.
Menurut Bustami, pembangunan infrastruktur pada era Jokowi mencakup berbagai sektor, mulai dari jalan nasional, jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara hingga bendungan.
Ia menilai pembangunan tersebut berperan dalam membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Infrastruktur Dinilai Perkuat Konektivitas Daerah
Bustami melihat pembangunan infrastruktur sebagai salah satu aspek penting dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
Ketersediaan jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara yang semakin terhubung dinilai dapat memperpendek waktu tempuh sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat ekonomi dan pelayanan publik.
Pembangunan bendungan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan, terutama melalui penyediaan serta pengelolaan sumber daya air.
Atas berbagai pembangunan tersebut, Bustami menilai sebutan “Bapak Infrastruktur Indonesia” bagi Jokowi bukan semata-mata bentuk penghormatan politik, tetapi juga merujuk pada warisan pembangunan yang terlihat selama masa pemerintahannya.
Harap Pemerintahan Prabowo-Gibran Melanjutkan Pembangunan
Bustami juga berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat melanjutkan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan infrastruktur yang telah tersedia.
Menurutnya, tantangan berikutnya bukan hanya membangun infrastruktur baru, tetapi memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Pemerataan pembangunan hingga ke daerah menjadi penting agar konektivitas yang telah dibangun dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Warisan Infrastruktur dan Tantangan Pemerataan
Pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Jokowi menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat perhatian publik.
Di sisi lain, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat diukur dari jumlah proyek yang dibangun. Manfaat ekonomi, kualitas, pemeliharaan, pemerataan serta kemampuan infrastruktur tersebut menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam evaluasinya.
Karena itu, pembangunan pada periode pemerintahan berikutnya diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan infrastruktur yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pernyataan Bustami Zainudin mengenai julukan “Bapak Infrastruktur Indonesia” pun kembali membuka ruang diskusi publik mengenai warisan pembangunan Jokowi dan arah pembangunan infrastruktur pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
